Ketahui Struktur Teks Negosiasi dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat materi mengenai teks negosiasi yang disampaikan. Materi ini bertujuan untuk memahami mengenai cara melakukan negosiasi yang baik. Ada beberapa struktur teks negosiasi yang harus dipahami oleh siswa sebelum membuatnya.
Dalam teks negosiasi, pihak-pihak yang terlibat akan menyampaikan pendapat, kebutuhan, dan tawaran mereka, serta mencari titik kesepakatan yang memuaskan semua pihak. Teks negosiasi ini sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti bisnis, politik, hukum, dan hubungan antar individu.
Struktur Teks Negosiasi dan Contohnya
Mengutip buku Bahan Ajar Teks Negosiasi karya Afrilia Eka Prasetyawati (2023:25) teks negosiasi adalah teks yang menguraikan tentang proses tawar menawar oleh dua partisipan atau lebih untuk mencapai kesepakatan bersama. Terdapat struktur teks negosiasi yang dapat diperhatikan.
Tujuan utama dari teks negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Berikut struktur dari teks negosiasi beserta dengan contohnya yang dapat diperhatikan.
1. Orientasi
Bagian orientasi menandai awal dari sebuah teks negosiasi. Biasanya, ini mencakup salam dan pembukaan, serta tujuan di balik permulaan negosiasi. Ini sangat penting karena menjadi kesan pertama yang akan dibuat oleh satu pihak kepada pihak lainnya. Berikut contoh orientasi dalam teks negosiasi:
Gianne: Hai Mimi, terima kasih sudah bersedia bertemu untuk membahas penawaran harga produk kita.
Mimi: Hai Gianne, tentu saja. Saya senang bisa bertemu untuk membicarakan hal ini. Apa yang ingin Anda diskusikan?
2. Pengajuan
Setelah orientasi, seseorang dapat mulai memasuki proses negosiasi dengan bagian pengajuan. Dalam pengajuan pihak-pihak yang terlibat akan mengungkapkan tujuan masing-masing yang ingin dicapai. Contoh pada tahap pengajuan adalah sebagai berikut,
Gianne: Pertama-tama, saya ingin menyampaikan bahwa kami sangat tertarik untuk membeli produk Anda. Namun, kami memiliki pertimbangan mengenai harga yang diajukan. Apakah ada ruang untuk negosiasi?
3. Penawaran
Setelah tujuan dan maksud dari negosiasi dijelaskan, kedua belah pihak dapat masuk ke inti dari perundingan, yaitu tawar-menawar. Proses ini akan berlangsung hingga kedua belah pihak mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Berikut adalah contoh dari bagian penawaran,
Mimi: Kami bisa memberikan diskon khusus untuk pembelian dalam jumlah besar. Namun, kami perlu mempertimbangkan juga margin keuntungan yang kami butuhkan. Bagaimana jika kami menawarkan diskon sebesar 10% untuk pembelian dalam jumlah besar?
Gianne: Diskon 10% terdengar menarik. Namun, apakah ada kemungkinan untuk mendapatkan diskon lebih besar, misalnya 15%?
Mimi: Saya akan meninjau kembali anggaran kami dan melihat apa yang bisa kami tawarkan. Namun, saya perlu memastikan bahwa kami juga bisa menjaga keuntungan kami. Bagaimana jika kami menawarkan diskon 12% untuk pembelian dalam jumlah besar?
4. Persetujuan
Bagian persetujuan baru akan tercapai dan bisa ditulis ketika dua belah pihak mampu menemukan penawaran yang menguntungkan untuk keduanya, dan menyepakati penawaran tersebut. Adanya persetujuan antara kedua belah pihak menandakan akhir dari proses negosiasi. Berikut adalah contoh dari bagian persetujuan,
Gianne: Itu terdengar sebagai penawaran yang wajar. Saya rasa kami bisa setuju dengan diskon 12%. Namun, apakah ada syarat atau ketentuan khusus yang perlu kami pertimbangkan?
Mimi: Untuk mendapatkan diskon 12%, kami membutuhkan pembayaran tunai penuh dalam waktu 30 hari setelah penerimaan barang. Apakah itu cocok untuk Anda?
Gianne: Saya akan berbicara dengan tim keuangan kami, tapi saya rasa itu bisa diterima. Saya yakin kita bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
5. Penutup
Bagian penutup menandai akhir dari isi teks negosiasi. Seperti halnya dalam jenis teks lainnya, bagian penutup diisi dengan ungkapan terima kasih, salam perpisahan, dan kata-kata lain yang sesuai sebagai penutup perundingan. Berikut adalah contoh dari bagian penutup,
Mimi: Saya setuju. Terima kasih atas kesempatan ini untuk bernegosiasi. Saya akan menyiapkan kontrak pembelian untuk Anda.
Gianne: Terima kasih Mimi. Saya akan menunggu kontraknya dan segera menghubungi Anda jika ada pertanyaan lebih lanjut.
Struktur teks negosiasi ini membantu memastikan bahwa proses negosiasi berjalan dengan lancar, efektif, dan meminimalkan risiko kesalahpahaman atau konflik. Dengan struktur ini, setiap pihak dapat dengan mudah mengikuti alur pembicaraan dan memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai kesepakatan yang diinginkan. (BAI)
Baca juga: Contoh Persuasi, Ciri, dan Struktur Teks Persuasi
