Ketahui Unsur Intrinsik Cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat beberapa unsur intrinsik cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon. Cerpen berjudul “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” adalah salah satu cerita pendek yang diajarkan pada siswa SMA kelas 11 Kurikulum Merdeka.
Cerpen ini muncul pada buku Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 62-63 Semester 1 Kurikulum Merdeka. Cerpen ini adalah karya dari penulis bernama Faisal Oddang yang diterbitkan di media Kompas pada tahun 2016.
Unsur Intrinsik Cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon
Unsur intrinsik cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon terdiri dari tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, amanat dan gaya bahasa. Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3, Sri Sutarni dan Sukardi (2008:66), unsur intrinsik merupakan unsur pembangun sebuah cerita dari dalam.
Cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” menceritakan kisah Ustaz Syamsuri yang memimpin laskar pada masa penjajahan di wilayah Sulawesi. Dipercaya Ustaz Syamsuri meninggal syahid melawan penjajah, kemudian di tanah tempat jasadnya terkubur, tumbuh pohon asam yang besar.
Adapun unsur intrinsik dalam cerpen berjudul “Mengapa Mereka Berdoa Kepada Pohon” adalah sebagai berikut.
1. Tema
Meski judul cerpen ini seperti menceritakan kisah religius penghianatan terhadap tuhan, sebenarnya, cerpen ini memiliki tema perjuangan dan pengorbanan seseorang dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayahnya dari serangan penjajah.
2. Tokoh dan Penokohan
Cerpen ini memiliki beberapa tokoh, diantata sebagai berikut.
Ustaz Syamsuri: Protagonis atau karakter utama dalam cerpen ini. Merupakan seorang pemimpin laskar yang mengepalai perjuangan melawan penjajah. Ustad Syamsuri merupakan orang yang taat kepada agama, pemberani, dan bertanggung jawab.
Rahing: Protagonis, merupakan rekan perjuangan Ustad Syamsuri dalam laskar tersebut. Rahing memiliki sifat yang pemberani dan sayang kepada keluarganya.
Pemimpin DST, Si Jagal dari Turki, Westerling yang Dilaknat Allah: Antagonis, merupakan pemimpin dari kelompok penjajah. Berwatak kejam dan keji. Tidak segan untuk membunuh puluhan orang tanpa rasa bersalah.
3. Latar
Tempat: Cerpen ini berlatar di Bacukikki, Pare-Pare, Sulawesi Selatan.
Waktu: Sekitar awal tahun 1947
Suasana: Setelah kemerdekaan Indonesia, penjajah dari Belanda mencoba kembali masuk ke beberapa daerah Indonesia untuk merebut wilayah. Suasana sangat mencekam dan menakutkan.
4. Alur
Alur yang digunakan pada cerpen ini adalah alur campuran. Sebab, di awal cerita dijelaskan mengenai bagian klimaks atau inti cerita dari cerpen tersebut, yaitu awal mula kenapa Ustad Syamsuri dipercaya berubah menjadi pohon dan kemudian dihias dan didoakan bermacam-macam.
5. Amanat
Cerpen ini memiliki pesan tentang perjuangan dan keberanian ketika menghadapi penjajah yang ingin mengambil wilayah mereka. Tokoh utama dikenal sebagai pemimpin yang baik dan bertanggung jawab, sehingga ketika sudah meninggal pun masih diperlakukan hormat dan sama baiknya.
Hal ini memberikan pesan bahwa, setiap orang harus menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi sekitarnya. Hal ini pun diucapkan oleh Rahing “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya,” yang menggambarkan sosok Ustad Syamsuri.
Unsur intrinsik cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon sangat menarik untuk diketahui. Pasalnya, cerpen ini memiliki beragam nilai-nilai yang bisa dipelajari orang banyak orang. Semoga ulasan ini membantu. (YAS)
Baca juga: 3 Contoh Cerpen Singkat beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya
