Konten dari Pengguna

Keunggulan dan Kelemahan Kebijakan Orde Baru beserta Sejarah Singkatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keunggulan dan kelemahan kebijakan Orde Baru. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keunggulan dan kelemahan kebijakan Orde Baru. Sumber: www.unsplash.com

Pemerintah Orde Baru yang berkuasa dari tahun 1966 hingga 1998 adalah era pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Meskipun berhasil membawa stabilitas dan pembangunan ekonomi, ada keunggulan dan kelemahan kebijakan Orde Baru yang dirasakan.

Menurut buku Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru, Daniel Dhakidae (2003:255), pengertian Orde Baru baru dibentuk oleh Demokrasi Terpimpin pada tahun 1964 di tengah seluruh gerakan politik tahun-tahun itu pada saat mana militer sudah duduk dalam Dewan Perwakilan Rakyat, dalam badan eksekutif dan yudikatif di pusat dan di daerah dalam Muspida.

Keunggulan dan Kelemahan Kebijakan Orde Baru yang Penting untuk Diketahui

Ilustrasi keunggulan dan kelemahan kebijakan Orde Baru. Sumber: www.unsplash.com

Sejarah singkat Orde Baru lahir dari diterbitkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966, yang kemudian menjadi dasar legalitasnya. Orde Baru bertujuan meletakkan kembali tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa, dan negara pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Terjadinya Gerakan 30 September pada tahun 1965, yang melibatkan kudeta militer yang menggulingkan Presiden Soekarno. Soeharto, yang pada saat itu menjadi Jenderal Angkatan Darat, mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Orde Baru.

Era ini ditandai dengan upaya untuk membawa stabilitas politik dan pembangunan ekonomi setelah periode yang sulit selama awal kemerdekaan Indonesia.

Selama masa pemerintahan Orde Baru, ada keunggulan dan kelemahan kebijakan Orde Baru yang dirasakan oleh masyarakat. Berikut penjelasannya.

1. Keunggulan Orde Baru

  1. Meningkatnya GDP per Kapita Indonesia

    Pada tahun 1968, GDP per kapita Indonesia hanya sekitar $70 dan kemudian berhasil mencapai lebih dari $1000 pada tahun 1996. Peningkatan ini tentunya sangat menguntungkan perekonomian bangsa Indonesia.

  2. Adanya Program Keluarga Berencana

    Pada masa Orde Lama, program Keluarga Berencana belum sempat terlaksana dengan baik. Namun, era Orde Baru berhasil mengimplementasikannya dengan baik.

  3. Tingkat membaca masyarakat Indonesia semakin meningkat, sehingga membuat tingkat pengangguran menurun.

  4. Keamanan negara semakin meningkat.

  5. Indonesia mulai membuka peluang investasi bagi para investor asing, sehingga bisa menerima banyak dana dari luar negeri.

  6. Kebijakan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) sukses dilaksanakan.

  7. Gerakan Wajib Belajar dan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh sukses dilaksanakan.

2. Kelemahan Orde Baru

  1. Kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) semakin merajalela di kalangan masyarakat. Pembangunan yang tidak merata, dan muncul perbedaan yang sangat mencolok antara pembangunan di perkotaan dan pedesaan.

  2. Muncul rasa ketidakpuasan di beberapa wilayah di Indonesia karena adanya kesenjangan pembangunan.

  3. Tidak adanya Hak Asasi Manusia, sehingga banyak kejahatan yang diselesaikan dengan cara kekerasan, salah satunya melalui operasi rahasia Petrus (penembakan misterius).

  4. Tidak adanya kebebasan pers karena banyak koran dan majalan yang penerbitan dan pengedarannya dibatasi.

  5. Terdapat kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya. Orang-orang kaya memiliki hak yang jauh lebih baik dibandingkan orang miskin.

Baca juga: Menilik Masa Transisi Orde Lama ke Orde Baru

Orde Baru merupakan periode yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia, dengan keunggulan dan kelemahan kebijakan Orde Baru yang melekat pada kebijakannya. Pemahaman ini penting untuk memandang masa lalu sebagai landasan bagi pembangunan masa depan yang lebih baik. (VAN)