Kumpulan Puisi Tentang Sumpah Pemuda Karya Chairil Anwar

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chairil Anwar merupakan salah satu penyair ternama di tanah air. Karya puisinya sangat dicintai oleh masyarakat karena memiliki ciri khas pada gaya bahasanya. Contoh puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar penting untuk dipahami agar membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang ada di dalam diri.
Puisi karya Chairil Anwar dengan tema tersebut, sering kali dibaca pada event tertentu, misalnya hari Sumpah Pemuda maupun hari Kemerdekaan Indonesia. Hal ini disebabkan karena karya dari Chairil menyimpan amanat yang mendalam di dalamnya.
Puisi Tentang Sumpah Pemuda Karya Chairil Anwar
Puisi adalah karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Karya sastra ini sangat mengutamakan keindahan bunyi, bentuk, dan makna yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.
Salah satu penyair legendaris Indonesia adalah Chairil Anwar. Dikutip dari buku Pembelajaran Puisi Apresiasi dari Dalam Kelas, oleh Supriyanto (2020:128) berikut ini beberapa puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar yang dapat dipahami oleh pembaca.
Prajurit Jaga Malam
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam,
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu....
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Diponegoro
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali Pedang di kanan, keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergederang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berati
Sudah itu mati
Maju
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Aku
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Pemahaman mengenai puisi tentang sumpah pemuda karya Chairil Anwar dapat membangkitkan semangat, memunculkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang ada di dalam diri. Dengan demikian, mereka bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (NTA)
Baca juga: 3 Contoh Puisi Mbeling Karya Penyair Ternama
