Konten dari Pengguna

Langkah Menulis Cerita Pengalaman yang Pernah Dialami

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Langkah Menulis Cerita Pengalaman. Sumber: Pixabay/StockSnap
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Langkah Menulis Cerita Pengalaman. Sumber: Pixabay/StockSnap

Terdapat sejumlah langkah menulis cerita pengalaman hingga menjadi suatu cerita pendek. Langkah tersebut harus diikuti secara berurutan agar pengarang dapat menyusun cerita secara sistematis dan cerita yang dibuat lebih mudah untuk dibaca.

Cerita pengalaman tidak terlepas dari suatu hal atau kejadian yang pernah dialami. Pengalaman tersebut bisa berupa pengalaman menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, menjengkelkan, atau bahkan menyakitkan.

Langkah Menulis Cerita Pengalaman

Ilustrasi Langkah Menulis Cerita Pengalaman. Sumber: Pixabay/Pexels

Umumnya, cerita pengalaman yang pernah dialami disusun dalam sebuah cerita pendek atau cerpen. Cerpen adalah cerita yang kurang dari 10.000 kata yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi.

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3 SMP Kelas IX, Idda Ayu Kusrini (2008:39-40), terdapat dua langkah dalam menulis cerita pendek dari pengalaman atau peristiwa yang pernah dialami. Berikut penjelasan selengkapnya beserta contohnya.

1. Mendata Peristiwa yang Dialami dan Konflik yang Terjadi

Pada dasarnya, cerita pendek ditulis pengarang untuk menggambarkan kehidupan. Pengarang dengan imajinasinya dapat mengemas kehidupan yang pernah dialami atau pernah dilihat menjadi cerita yang menarik.

Untuk itu, pengarang dapat menuangkan pengalaman, pikiran, atau perasaan dalam bentuk cerita. Pengalaman tersebut dapat didata terlebih dahulu dalam bentuk poin per poin dengan konflik yang disusun secara berurutan. Agar lebih terbayang, berikut contohnya.

Pengalaman: Ketika Hari Ulang Tahunku Tiba

Konflik-konflik yang terjadi:

  1. Rasa sedihku karena hari ulang tahunku tidak dirayakan.

  2. Tidak ada yang memberiku ucapan selamat dan ingat hari istimewaku.

  3. Aku membeli kue tar kecil seorang diri dan kutiup lilin dalam kamar gelap.

  4. Aku terharu usiaku sudah bertambah satu, tetapi tidak ada yang memerhatikanku.

  5. Ada kejutan di pintu kamar tidur, sebuah kertas berisi pesan pendek! Aku ditunggu di ruang makan oleh keluarga!

  6. Terdengar denting piano lagu Selamat Ulang Tahun. Begitu aku tiba di ruang makan, ada kejutan besar. Ternyata ayah, ibu, kakak, dan adikku bergantian menyalamiku.

2. Menentukan Alur dan Menulis Cerita Pendek

Bahan menulis yang sudah ditentukan sebelumnya melalui pengalaman dan konflik yang pernah dialami dapat dikembangkan menjadi sebuah cerita pendek. Caranya adalah dengan menentukan alur.

Alur diartikan sebagai rangkaian atau jalinan sebuah cerita. Alur dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu alur maju dan alur mundur.

Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang terjadi secara bertahap berdasarkan urutan kronologis cerita. Sedangkan alur mundur terjadi jika mengungkapkan peristiwa-peristiwa masa lalu yang ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.

Alur sebuah cerita berkaitan dengan konflik. Adpaun pergerakan konflik di dalam cerita biasanya menandai pergerakan alur.

Dalam membuat sebuah cerita berdasarkan peristiwa yang pernah dialami, umumnya disusun berdasarkan tahapan alur cerita dengan urutan sebagai berikut:

  1. Situation, yaitu penjelasan awal dari suatu keadaan.

  2. Generating Circumstances, yaitu peristiwa mulai bergerak dan menimbulkan konflik.

  3. Rising Action, yaitu keadaan dan konflik yang mulai memuncak.

  4. Climax, yaitu peristiwa dan konflik yang sudah mencapai puncak.

  5. Denovement, yaitu peristiwa dan konflik mereda dan muncul pemecahan masalah.

Baca juga: 3 Contoh Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen

Demikian penjelasan mengenai langkah menulis cerita pengalaman yang pernah dialami. Agar lebih menarik, sebaiknya sisipkan elemen kejutan di dalam alur cerita, agar pembaca dapat dibuat terkesan dengan cerita pengalaman yang ditulis. (YAS)