Macam-macam Alat Ukur dan Fungsinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam alat ukur penting untuk diketahui agar dapat disesuaikan dengan benda yang akan diukur. Dengan alat yang sesuai, maka pengukur akan memperoleh tingkat presisi yang tinggi. Ketepatan ukuran diperlukan untuk hal-hal yang bersifat teknis.
Ukuran yang tidak tepat secara estetika akan mengganggu. Misalnya pada penataan ubin lantai. Pada produk mebel, ukuran yang tidak tepat bisa menyebabkan disfungsi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang macam-macam alat ukur penting untuk menambah wawasan.
Macam-macam Alat Ukur
Alat ukur adalah alat yang diperlukan untuk mengetahui suatu besaran. Dalam kehidupan sehari-hari, alat ukur yang sering dijumpai antara lain penggaris, neraca, meteran dan sebagainya.
Dikutip dari Dasar Perancangan dan Desain Engineering, Anis Arendra (2020:4), macam-macam alat ukur adalah sebagai berikut.
1. Alat Ukur Langsung
Digunakan dalam pengukuran langsung dan hasilnya dapat dibaca langsung pada alat tersebut.
Memiliki kecermatan rendah sampai menengah, yaitu 1 - 0,002 mm.
Contoh: meteran lipat, meteran gulung, jangka sorong, mistar ingsut dan mikrometer.
2. Alat Ukur Pembanding atau Komparator
Memiliki skala ukuran yang telah dikalibrasi.
Memiliki kecermatan menengah hingga tinggi tapi skala ukurannya terbatas.
Digunakan hanya sebagai pembaca besaran selisih suatu dimensi terhadap ukuran standar.
Jenis alat ukur pembanding antara lain dial indicator, bore gage, caliper gage dan telescoping gage.
3. Alat Ukur Acuan Standar
Berbentuk blok ukur yang digunakan sebagai acuan bersama-sama dengan alat ukur pembanding untuk menentukan dimensi suatu objek yang akan diukur. Alat ini mampu menunjukkan harga suatu harga tertentu dari objek yang diukur.
4. Alat Ukur Batas (Kaliber)
Digunakan untuk menunjukkan apakah suatu dimensi, bentuk dan atau posisi suatu objek berada di dalam atau di luar wilayah toleransinya.
5. Alat Ukur Bantu
Alat ini tidak bisa digunakan untuk mengukur objek karena tidak memiliki skala, namun masuk dalam deretan alat ukur karena berperan penting dalam pengukuran. Contoh: meja, stan magnetik, penyangga, dudukan mikrometer dan sebagainya.
6. Alat Ukur Khas
Dibuat secara khusus untuk melakukan pengukuran geometri pada objek yang khas.
7. Alat Ukur Koordinat
Alat yang dapat digerakkan dalam ruang ini digunakan untuk mengukur objek yang membutuhkan sensor. Menggunakan 3 skala koordinat kartesian (x, y, z) dan dilengkapi dengan sumbu putar atau koordinat polar.
Baca juga: Fungsi Jangka Sorong dan Cara Menggunakannya
Itulah macam-macam alat ukur yang memiliki fungsi berbeda-beda sesuai dengan tujuan pengukuran. Pengukuran yang tepat ditentukan oleh pemilihan alat ukur yang benar pula. (lus)
