Macam-macam Bencana Alam di Indonesia dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam bencana alam wajib diketahui agar mengerti cara mitigasi jika terjadi keadaan darurat. Pengetahuan ini juga berguna untuk pemilihan tempat tinggal yang minim bencana alam.
Tak lama lagi Indonesia akan memiliki ibu kota baru, yaitu IKN. Salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan lokasi IKN adalah minim bencana alam berskala besar. Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja yang termasuk bencana alam.
Macam-macam Bencana Alam
Dikutip dari Bencana Alam dan Mitigasi Bencana Alam, Diah Novianti (2022:6), berdasarkan penyebabnya, macam-macam bencana alam dibagi 3, yaitu bencana alam geologis, klimatologis dan ekstra-terestrial. Penjelasannya ada di bawah ini.
1. Bencana Alam Geologis
Bencana alam geologis adalah semua peristiwa yang berkaitan dengan siklus-siklus yang terjadi di bumi. Faktor-faktor geologi penyebabnya antara lain struktur tanah dan bebatuan, topografi, pola aliran sungai, struktur patahan, tektonik dan gunung berapi.
Contoh:
Tanah longsor. Ini dapat terjadi karena curah hujan tinggi dan pergerakan tanah.
Kekeringan. Kekeringan bisa terjadi di daerah bebatuan karena tidak bisa menyimpan air secara alamiah.
Banjir. Banjir dapat terjadi di daerah yang tidak memiliki area tangkapan air yang memadai di daerah hulu.
Letusan gunung berapi. Indonesia terletak di jalur cincin api dunia dengan gunung-gunung yang aktif. Aktivitas lava bisa menjadi indikasi gunung akan segera meletus, tapi waktu pastinya tidak bisa diketahui.
Gempa bumi dan tsunami. Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memastikan kapan terjadi gempa bumi, apalagi yang menyebabkan tsunami. Tapi penyebabnya adalah pelepasa energi di sepanjang zona megathrust.
2. Bencana Alam Klimatologis
Bencana ini diakibatkan oleh perubahan iklim dan anomali iklim lainnya.
Contoh:
Banjir.
Banjir dapat berupa banjir air akibat aliran terhambat, banjir bandang yang tiba-tiba, banjir lumpur dan rob akibat naiknya permukaan laut.
Badai. Ini disebabkan oleh efek siklon tropis. Badai dapat merusak bangunan dan membahayakan manusia.
Kekeringan. Kekeringan parah disebabkan oleh curah hujan yang sangat rencah.
Kebakaran hutan. Meski sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, namun ada juga yang terjadi secara alamiah. Misalnya akibat sambaran petir.
3. Bencana Alam Ekstra-Terestrial
Bencana ini terjadi akibat suatu peristiwa yang tejadi di luar angkasa.
Contoh:
Asteroid menghantam bumi. Meski lebih banyak melayang di angkasa tapi dapat menghantam bumi.
Hujan meteor. Meski sebagian besar tidak berbahaya karena sudah terbakar saat memasuki atmosfir, namun ada juga yang merusak rumah warga.
Badai matahari. Peristiwa ini dapat mengakibatkan kerusakan jaringan internet.
Baca juga: 3 Bencana yang Terjadi Setelah Gempa
Itulah macam-macam bencana alam di Indonesia dan penjelasannya yang wajib diketahui. Bencana alam bisa datang-datang tiba, tapi sebagian lagi bisa dihindari dengan ilmu pengetahuan. (lus)
