Konten dari Pengguna

Macam-macam Gaya Bahasa dalam Puisi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk gaya bahasa dalam puisi. Sumber: pexels.com/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk gaya bahasa dalam puisi. Sumber: pexels.com/Suzy Hazelwood

Ada berbagai macam gaya bahasa dalam puisi. Gaya bahasa digunakan penyair untuk menuangkan ekspresi dan imajinasinya. Tujuannya adalah untuk menekankan atau menegaskan makna yang ingin disampaikan oleh panyair.

Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya teritak oleh irama, matra, dan penyusunan larik dan bait. Ada banyak unsur kebahasaan dalam puisi. Salah satunya adalah gaya bahasa yang digunakan penyair.

Gaya Bahasa dalam Puisi

Ilustrasi untuk gaya bahasa dalam puisi. Sumber: pexels.com/Thought Catalog

Menurut buku Seni Mengenal Puisi oleh Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari (2020: 71), gaya bahasa atau yang dikenal sebagai majas adalah cara pemilihan bahasa yang digunakan penyair dalam puisinya untuk menyampaikan kesan tertentu dengan makna konotatif dan kias. Gaya bahasa dalam puisi digunakan agar penyair dapat mengarahkan emosi pembaca ke arah tertentu sesuai dengan konteks puisi dibuat.

Menurut buku Majas dan Peribahasa oleh Hadi Gunawan (2019: 8), ada 4 jenis gaya bahasa (majas), yaitu sebagai berikut:

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah kata-kata berkias yang menimbulkan perbandingan untuk membuat kesan atau pengaruh tertentu bagi pendengar atau pembaca. Ciri dari majas perbandingan adalah adanya hal yang diperbandingkan, baik secara langsung maupun tidak.

Salah satu jenis majas perbandingan adalah majas personifikasi, yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati. Contoh:

  • Ombak laut itu melambai-lamba pada pengunjung pantai.

  • Awan itu menari-nari pada siang hari yang cerah ini.

Selain itu, ada pula majas metafora yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contoh:

  • Mata hatiku mengatakan kau memang seseorang yang baik hati.

  • Hati seorang wanita memang selembut sutra.

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan yang memiliki maksud berlawanan dengan arti sebenarnya.

Jenis majas yang termasuk dalam majas pertentangan adalah majas oksimoron dan majas paradoks. Majas oksimoron adalah majas yang di dalam satu frase itu terdapat suatu paradoks. Contoh:

  • Reuni itu penuh dengan isak tangis bahagia.

  • Senang dan susah, kita jalani bersama-sama.

Majas Paradoks adalah majas yang mengungkapkan dua hal yang berlawanan meski keduanya benar secara kenyataan. Contoh:

  • Di tengah gaduhnya suara konser, pria itu tetap tampak tenang.

  • Di tengah ramainya kota metropolitan, aku tetap merasa kesepian.

3. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dengan tujuan untuk memberikan sindiran kepada seseorang, perilaku, dan suatu kondisi.

Majas yang termasuk dalam majas sindiran adalah majas ironi dan majas sarkasme. Majas ironi adalah majas yang di dalamnya terdapat hal-hal yang ironis, sedangkan majas sarkasme adalah gaya bahasa sindiran dengan sifat kasar, langsung, dan menohok.

Contoh majas ironi:

  • Senyummu manis sekali, sampai ada cabai merah yang tertinggal.

  • Rapi sekali kamarmu, sampai terlihat seperti pasar loak.

Contoh majas sarkasme:

  • Jangan bertingkah seperti orang kere!

  • Melihat wajahmu saja aku sudah merasa muak!

4. Majas Penegasan

Majas penegasan adalah suatu gaya bahasa yang bertujuan untuk menyatakan sesuatu secara tegas untuk meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca atau pendengar.

Jenis majas yang termasuk dalam majas penegasan adalah majas repetisi dan majas aliterasi. Majas repetisi adalah majas dengan pengulangan kata frasa atau klausa dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Contoh:

  • Inilah dia pahlawan kita, jagoan kita, dan kebanggaan kita semua.

Majas aliterasi adalah majas yang menggunakan pengulangan konsonan di awal kata dengan berurutan. Jadi, pada huruf pada awal kata itu, diulang pada kata berikutnya. Contoh:

  • Melintasi laut, melewati lembah.

Gaya bahasa ini digunakan sebagai ekspresi kebahasaan penyair dalam membuat puisi. Semoga dapat menambah wawasan mengenai gaya bahasa dalam puisi. (IND)

Baca juga: 4 Contoh Irama dalam Puisi