Macam-macam Gaya Belajar beserta Media Pembelajarannya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu gaya belajar? Menurut Sukadi (2008), gaya belajar adalah kombinasi antara cara seseorang dalam menyerap pengetahuan dan cara mengatur serta mengolah informasi atau pengetahuan yang didapat.
Merujuk buku Pskologi Pendidikan, Ndaru Putri Yudhiarti, M.Psi Zahratika Zalafi, M.Si Wahyu Suci Nubiasyanti, M.Psi Rahmi Abubakar, M.Psi Dyah Aji Jaya Hidayat, M.Psi (2003:85), menurut DePorter dan Hernacki (2013), gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan mengatur serta mengolah informasi.
Memahami 3 Macam Gaya Belajar dan Media Pembelajarannya
Gaya belajar merupakan cara belajar yang khas bagi setiap individu. Sehingga kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran berbeda tingkatannya. Setiap orang harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami informasi atau pelajaran yang sama.
Gaya belajar secara umum terbagi menjadi tiga jenis, yakni gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik.
Saat belajar, penggabungan beberapa gaya belajar memang bisa terjadi. Namun, dari ketiganya, setiap orang akan memiliki salah satu gaya belajar yang dominan. Berikut ulasannya.
1. Gaya Belajar Visual
Jika seseorang lebih senang melihat peta daripada mendengarkan penjelasan orang lain tentang rute jalan atau lebih suka mencoret-coret sesuatu ketika mendengar penejalsan guru, artinya orang tersebut memiliki gaya belajar visual.
Orang dengan gaya belajar visual cenderung lebih mudah menyerap, mengatur, dan mengolah suatu informasi lewat indera penglihatan (melihat). Apa ciri-cirinya?
Lebih suka membaca daripada dibacakan oleh orang lain.
Lebih suka melakukan demonstrasi daripada harus pidato.
Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar.
Sulit mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis.
Sering lupa menyampaikan pesan yang sifatnya verbal kepada orang lain, kecuali pesan tertulis.
Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik.
Teliti terhadap detail.
Lebih suka seni lukisan atau patung daripada musik
Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum yakin tentang suatu masalah atau proyek.
Memperhatikan penampilan dalam berpakaian.
Mempelajari materi dengan membaca catatan dan membuat ringkasan.
2. Gaya Belajar Auditori
Orang dengan gaya belajar auditori, cenderung lebih mudah menyerap, mengatur, dan mengolah suatu informasi melalui indra pendengaran (mendengar).
Seseorang dengan auditori akan menikmati ketika mengikuti ceramah/seminar, suka berbicara sendiri, dan cenderung malas membuat catatan. Ciri-cirinya antara lain
Mudah terganggu oleh keributan.
Senang mendengarkan dan membaca dengan suara keras.
Pembicara atau orator yang fasih.
Sulit untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita.
Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar.
Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komi.k
Lebih suka musik daripada seni lukis atau patung.
Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat.
3. Gaya Belajar Kinestetik
Seseorang yang suka mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari dan kesulitan untuk duduk diam dalam waktu lama cenderung memiliki gaya belajar kinestetik.
Orang dengan gaya belajar kinestetik lebih mudah menyerap, mengatur, dan mengolah suatu informasi lewat sentuhan dan gerakan tubuh.
Misalnya, saat sedang berpikir tentang sesuatu, dilakukan sambil berjalan dan menggerakkan anggota tubuh ketika berbicara. Berikut ciri-cirinya.
Suka menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian.
Belajar lewat praktik atau simulasi.
Menghafal dengan cara berjalan-jalan.
Berdiri dekat dengan orang yang diajak bicara.
Tidak mudah terganggu dengan situasi berisik.
Memakai jari sebagai penunjuk saat membaca.
Banyak menggunakan isyarat tubuh saat bicara atau menjelaskan sesuatu.
Sulit mengingat tempat kecuali jika pernah ke tempat tersebut.
Suka permainan yang menyibukkan.
Suka belajar memakai objek tertentu sebagai alat bantu.
Baca juga: Memahami Teori Belajar Bruner beserta Tahapannya
Media Pembelajaran yang Tepat
Seperti apa media pembelajaran yang tepat bagi masing-masing gaya belajar tersebut di atas?
1. Gaya Belajar Visual
Belajar dari gambar/foto atau video.
Gunakan spidol atau alat tulis lain untuk menandai.
Membuat mind mapping.
2. Gaya Belajar Auditori
Mendengarkan musik atau program audio lainnya.
Merekam penjelasan materi.
Membaca buku sambil diucapkan
Belajar bersama teman dan berdiskusi.
3. Gaya Belajar Kinestetik
Mempraktikkan yang dipelajari (eksperimen).
Memanfaatkan multimedia interaktif untuk materi yang memerlukan bantuan media.
Belajar sambil melibatkan gerakan, seperti menjentikkan jari atau berjalan.
Jadi, gaya belajar adalah cara untuk membantu seseorang dalam memahami pilihan belajar seperti apa yang terbaik bagi dirinya.
Kombinasi yang tepat antara gaya belajar dan media pembelajaran dapat membuka pintu menuju pemahaman yang lebih baik, peningkatan keterampilan, dan rasa percaya diri dalam proses belajar.(VAN)
