Macam-macam Gaya Belajar dan Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam gaya belajar perlu diketahui oleh guru dan orang tua untuk membantu siswa memahami sebuah materi dengan lebih baik. Kadang gaya belajar dianggap sepele sehingga siswa yang tidak memahami sebuah materi pelajaran langsung dicap tidak pintar.
Orang dewasa dapat mencari cara sendiri untuk memahami suatu masalah. Tapi siswa atau anak-anak sering kali tidak mengerti mengapa dirinya tidak secepat teman-temannya dalam menangkap pelajaran.
Macam-macam Gaya Belajar yang Perlu Diketahui
Siswa di jenjang pendidikan rendah hanya mengerti tentang suka atau tidak suka belajar. Guru dan orang tua dapat memperkenalkan berbagai gaya belajar agar siswa senang belajar sehingga mendapat nilai yang bagus.
Berikut ini adalah macam-macam gaya belajar yang bisa dicoba, yang dikutip dari Siapa Aku Sebenarnya?, Alqis Bahnan dan Basir (2023:25).
1. Gaya Belajar Visual
Gaya belajar visual adalah gaya belajar yang menggunakan kemampuan mengamati. Siswa ini akan lebih cepat memahami materi yang disampaikan menggunakan simbol, warna, gambar atau video.
Dia akan membuat ringkasan, sketsa atau diagram untuk mencatat hasil pengamatan. Siswa seperti ini akan merasa bosan jika membaca buku yang hanya berisi teks atau mendengarkan penjelasan guru.
2. Gaya Belajar Auditori
Auditori berasal dari kata audio, sehingga arti gaya belajar auditori adalah gaya belajar yang mengandalkan pendengaran. Siswa dengan gaya belajar auditori adalah penikmat ceramah, diskusi, bahkan podcast.
Siswa ini akan memusatkan pendengaran pada audio atau suara orang yang sedang memberikan penjelasan sehingga tidak mau terganggu oleh keramaian.
3. Gaya Belajar Kinestetik
Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar untuk siswa yang suka bergerak atau dinamis. Banyak orang tua yang menganggap anak yang tidak mau diam sebagai anak nakal. Padahal tidak semua anak seperti itu.
Siswa ini akan lebih senang jika mengalami atau mencoba sendiri materi yang diajarkan. Contohnya ketika siswa diajarkan cara membuat kue, maka dia harus memegang adonannya.
4. Gaya Belajar Linguistik
Gaya belajar linguistik cocok untuk siswa yang suka membaca dan berbicara. Siswa yang seperti ini akan menjadi sastrawan, pendidik atau penceramah yang baik.
5. Gaya Belajar Logikal
Gaya belajar logikal adalah gaya belajar yang mengandalkan kemampuan mengaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lain. Siswa seperti ini adalah siswa yang cerdas dan kritis sehingga materi yang diberikan pada mereka harus memiliki landasan yang kuat.
Pengetahuan tentang macam-macam gaya belajar akan memberikan wawasan bahwa tiap anak memiliki potensi untuk mendapat nilai bagus di sekolah. Kareana itu, siswa harus diberi kesempatan untuk belajar dengan cara yang mereka sukai. (lus)
Hubungan Gaya Belajar dan Tahapan dalam Model Kolb? Ini Penjelasannya
