Macam-macam Konjungsi Antar Klausa dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Indonesia, konjungsi atau disebut juga dengan kata sambung merupakan kata penghubung yang terdiri dari berbagai macam jenis. Satu di antaranya yaitu macam-macam konjungsi yang meghubungkan antar klausa.
Klausa adalah satuan gramatikal, terdiri dari kata-kata yang memiliki predikat dan subjek, serta berpotensi menjadi kalimat. Klausa merupakan bagian dari kalimat yang memiliki makna dan fungsi sintaksis.
Mengenal Macam-macam Konjungsi Antar Klausa
Saat membuat sebuah tulisan atau sedang melakukan percakapan, banyak kata yang bisa digunakan. Contohnya yaitu kata konjungsi antar klausa. Jenis konjungsi ini berfungsi untuk menghubungkan antar klausa.
Dikutip dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi oleh Didah Nurhamidah, M.Pd. (2024:69-70) macam-macam konjungsi antar klausa yaitu konjungsi korelatif, subordinatif, dan koordinatif. Berikut penjelasannya.
1. Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis setara. Konjungsi korelatif meliputi:
Baik … maupun …
Tidak hanya …, tetapi (…) juga…
Bukan hanya …, melainkan …
Sedemikian rupa … sehingga …
Apakah ... atau …
Entah … entah …
Contoh dari konjungsi korelatif yaitu:
Baik Riska maupun Nasar keduanya adalah anak yang baik.
Budi bukan hanya pelukis yang handal, tetapi juga sebagai seniman yang cerdas.
Jangankan uang segudang, sepeser pun Ibu tak punya.
Rina tidak tahu harus bebruat apa lagi, entah pergi saja entah datang menemuinya.
Farhan menghias bunga itu sedemikian rupa sehingga terlihat sangat indah.
2. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis yang tidak sama (bertingkat). Konjungsi Subordinatif meliputi:
…, sebelum …
Jika …, maka …
… agar …
Meskipun atau bagaimanapun …, dan lain-lain
Contoh dari konjungsi subordinatif yaitu:
Ani telah pergi ke Jakarta sebelum Budi datang menyusulnya.
Meskipun pak Fahri miskin, beliau sangat dermawan kepada setiap orang.
Lestari giat belajar agar dirinya tidak menjadi anak yang malas.
Jika Siska memiliki banyak uang, dirinya akan pergi ke luar negeri.
Mesipun Andika sangat nakal, bagaimanapun juga orang tuanya tetap menyayanginya.
3. Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif sama seperti korelatif yaitu menghubungkan dua buah klausa yang sejajar, tetapi konjungsi ini hanya terjadi pada klausa-klausa yang sederhana. Konjungsi koordinatif meliputi:
… dan …
… tetapi …
… atau ….
Contoh dari konjungsi koordinatif yaitu:
Andi membeli buku dan baju di toko itu.
Adik ingin pergi tetapi tidak diizinkan oleh ayah.
Burhan boleh datang bersama Anton atau bersama Indri.
Itu tadi macam-macam konjungsi antar klausa yang bisa pembaca ketahui. Konjungsi memiliki peran sangat penting. Dengan adanya konjungsi membuat kalimat antar klausa dalam sebuah paragraf lebih padu sehingga mudah dipahami oleh pembaca. (MRZ)
Baca juga: 15 Contoh Konjungsi Temporal dalam Bahasa Indonesia
