Macam-macam Lempar dalam Olahraga beserta Gerakan Dasarnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat macam-macam lempar dalam olahraga. Namun, olahraga lempar tidak hanya sekadar melempar suatu benda dengan jarak tertentu. Diperlukan kemahiran gerakan dasar untuk menguasai jenis olahraga ini.
Dalam olahraga, lempar adalah keterampilan manipulatif kompleks ketika satu atau dua tangan digunakan untuk melontarkan suatu objek menjauhi tubuh ke ruang tertentu. Tujuannya tidak lain untuk memindahkan atau meneruskan momentum dari tubuh ke objek.
Macam-macam Lempar dalam Olahraga
Lempar dalam olahraga termasuk dalam cabang olahraga atletik. Atletik sendiri merupakan cabang olahraga tertua dan dianggap sebagai induk dari semua cabang olahraga.
Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) biasanya menyelenggarakan empat jenis olahraga lempar yang dilombakan di Olimpiade musim panas, yaitu lontar martil, lempar cakram, lempar lembing, dan tolak peluru. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Lontar Martil
Lontar martil dilakukan dengan cara melontarkan sebuah bola metal dengan diputar di udara dengan bantuan kawat atau tali yang melekat pada bola metal tersebut.
Biasanya, bola metal yang digunakan dalam perlombaan resmi berukuran 7,26 kg dengan panjang tali 121,3 cm untuk putra, dan 4 kg dengan panjang tali 119,4 cm untuk putri.
2. Lempar Cakram
Lempar cakram merupakan cabang olahraga yang dilakukan dengan cara melempar sebuah kayu berbentuk bundar pipih bersabuk besi sejauh-jauhnya.
Cara melempar cakram yang benar adalah dengan mengayunkan cakram ke depan kemudian ke belakang, lalu putar badan dan ayunkan cakram dari samping, lalu ke depan dan ke atas. Setelah itu, lepaskan cakram ketika berada di depan muka.
3. Lempar Lembing
Lempar lembing dilakukan dengan cara melempar objek berupa lembing. Lembing yang digunakan berbentuk seperti tombak, tetapi lebih ringan dan kecil. Lempar lembing diukur dari jarak lemparan lembing terjauh dari setiap atlet yang ada.
4. Tolak Peluru
Seperti namanya, tolak peluru dilakukan dengan cara mendorong atau menolak peluru, bukan dilempar. Umumnya, berat peluru yang digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg untuk kategori putra dan 4 kg untuk kategori putri.
Baca juga: 7 Contoh Olahraga Atletik yang Populer, Apa Saja?
Gerakan Dasar Lempar dalam Olahraga
Olahraga lempar tentu tidak dilakukan hanya dengan asal melempar objek saja. Diperlukan kekuatan dan daya untuk menghasilkan lemparan yang optimal.
Meski begitu, kekuatan yang terlalu besar justru akan mengganggu pola gerakan alami atlet. Karena itu, kekuatan pada atlet harus dibentuk dan dibarengi dengan teknik gerakan dasar yang tepat.
Dikutip dari buku Olahraga, Rudobertus Talan dkk. (2023:150-151), terdapat sejumlah gerakan dasar lempar dalam olahraga. Berikut di antaranya.
Menggunakan tangan kiri atau tangan kanan, bahkan keduanya.
Tangan ke depan bahkan ke belakang melewati atas kepala
Lemparan ke bawah, atas, ataupun samping.
Melakukan gerak lemparan, lontaran, dan tolakan.
Melakukan sikap berdiri, berlutut, dan telentang.
Mengukur jauh dan tingginya lemparan.
Lemparan melewati, menembus, atau ke dalam sesuatu.
Lemparan menuju sasaran dan ke daerah tertentu.
Lemparan dilakukan dengan objek bola, bola berekor, batu, kayu, ring, lingkaran, atau bola bandul.
Lemparan dilakukan dengan objek peluru, lembing, cakram, atau martil.
Sekian penjelasan mengenai macam-macam lempar dalam olahraga beserta gerakan dasarnya. Jangan lupa untuk terus berlatih dan menguasai gerakan dasar lempar agar semakin mahir melakukan olahraga lempar. (YAS)
