Macam-Macam Sistem Saraf Tepi pada Manusia beserta Fungsi dan Gangguannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem saraf tepi merupakan percabangan dari saraf pusat yang menyebar di seluruh bagian tubuh. Saraf ini terdiri dari macam-macam sistem saraf tepi yaitu sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom.
Sistem saraf tepi termasuk dalam bagian saraf manusia sebagai jaringan sel saraf (neuron) yang saling terhubung. Saraf tepi terdapat pada bagian luar otak dan sumsum tulang belakang manusia, tepatnya memanjang dari sistem saraf pusat ke daerah terluar tubuh.
Fungsi Saraf Tepi
Saraf tepi (perifer) tersusun atas 12 pasang saraf otak dan 31 pasang saraf punggung. Susunan saraf tepi dibentuk oleh beberapa saraf yang berhubungan dengan saraf pusat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dikutip dalam buku Pintar Virus Zika oleh Nadia Putri (2016: 68-69) saraf tepi memiliki fungsi penting yakni fungsi sensoris, motorik, dan otonomik, ketiga fungsi ini memainkan peranan penting dalam fungsi sistem saraf tubuh manusia secara keseluruhan. Berikut penjelasannya.
Fungsi sensrois: Mengantarkan informasi dari organ tubuh ke otak untuk dianalisis, seperti cita rasa, nyeri, suhu, rabaan, dan tekanan.
Fungsi motorik: Mengantarkan instruksi dari otak untuk dilaksanakan oleh organ tubuh yang berupa gerakan yang dapat dikendalikan dengan kemauan seperti mengunyah, angkat tangan, dan lain-lain.
Fungsi otonomik: Mengantarkan intruksi dari otak untuk dilaksanakan oleh organ tubuh, tetapi tidak bisa dikendalikan dengan kemauan, seperti gerak usus, detak jantung, berkeringat dan lain-lain.
Macam-Macam Sistem Saraf Tepi
Dikutip dalam buku BIOLOGI Edisis Kelima Jilid III Oleh Neil A. Campbell, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell (2004:219) sistem saraf tepi terletak diluar otak dan medulla spinalis, terdiri dari dua bagian yaitu otonom dan somatik.
Kedua jenis saraf ini sering kali bekerja sama untuk memelihara keseimbangan fungsi sistem organ yang penting dalam homeostasis. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut.
1. Sistem Saraf Somatik
Sistem Saraf somatik seringkali dianggap sebagai saraf sadar karena sistem ini mengikuti kontrol sadar, akan tetapi sebagian besar pergerakan otot rangka sebenarnya ditentukan oleh reflek yang diperantarai oleh sumsum tulang belakang atau otak bagian bawah.
2. Sistem Saraf Otonom
Sistem saraf otonom juga disebut sebagai saraf tidak sadar. Saraf ini berfungsi mengirimkan sinyal yang mengatur lingkungan internal dengan cara mengontrol otot polos dan otot jantung serta organ-organ sistem pencernaan, kardiovaskuler, ekresi, dan endokrin.
Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf otonom simpatik dan sistem saraf otonom parasimpatik. Adapun penjelasannya yaitu:
Simpatik: Berfungsi untuk meningkatkan konsumsi energi dan mempersiapkan individu untuk beraktivitas dengan cara mempercepat denyut jantung, meningkatkan laju metabolisme, dan melakukan fungsi-fungsi yang berkaitan.
Parasimpatik: Berfungsi meningkatkan aktivitas yang hemat energi seperti pencernaan dan perlambatan denyut jantung.
Gangguan Pada Saraf Tepi
Gangguan yang terjadi pada sistem saraf tepi dikenal sebagai neuropati perifer. Kondisi ini bisa mengganggu pesan yang dikirim otak dan bagian tubuh lainnya. Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab kerusakan sistem saraf tepi ini, yaitu:
Diabetes (penyebab gangguan saraf tepi yang paling umum).
Gangguan autoimun (lupus, rheumatoid arthritis, vasculitis, dll).
Infeksi virus atau bakteri tertentu (herpes, hepatitis B dan C, difteri, HIV).
Pertumbuhan tumor atau kanker yang menekan saraf.
Gangguan sumsum tulang (seperti kadar protein abnormal juga limfoma).
Penyakit keturunan.
Sebagai tindakan pencehagan, perlu mengetahui gejala dari gangguan saraf tepi, yaitu:
Kaki atau tangan mati rasa serta kesemutan secara bertahap.
Rasa sakit tajam, menusuk, dan berdenyut.
Mudah jatuh.
Nyeri yang dirasakan pada kaki saat beraktivitas.
Kelumpuhan yang memengaruhi saraf motorik.
Baca juga: 12 Jenis Saraf Kranial beserta Fungsinya pada Otak Manusia
Itu tadi macam-macam sistem saraf tepi pada manusia beserta fungsi dan gangguannya. Jika susunan saraf tepi rusak maka akan berdampak terhadapa terjadinya gangguan fungsi sensoris, motorik, dan otonomik. (MRZ)
