Konten dari Pengguna

Macam-macam Teknik Pengawetan Makanan Agar Tahan Lama

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi macam-macam teknik pengawetan makanan. Sumber: pexels.com/RomanBiemacki.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi macam-macam teknik pengawetan makanan. Sumber: pexels.com/RomanBiemacki.

Macam-macam teknik pengawetan makanan bermanfaat untuk membuat hidup lebih mudah, hemat dan menghindari makanan terbuang. Salah satu cara untuk mendukung kelestarian lingkungan adalah dengan konsumsi makanan yang efisien.

Di negara 4 musim, teknik pengawetan sangat penting untuk memastikan ketersediaan makanan di musim dingin. Makanan yang diawetkan juga berguna sebagai bantuan kemanusiaan untuk daerah yang mengalami bencana alam atau peperangan.

Macam-macam Teknik Pengawetan Makanan

Ilustrasi macam-macam teknik pengawetan makanan. Sumber: pexels.com/EvaBronzini.

Cara mengawetkan makanan yang paling banyak dipilih masyarakat itu berbeda di tiap daerah, menyesuaikan dengan hasil pangan utama di daerah tersebut. Misalnya, teknik pengawetan yang paling banyak digunakan di Korea adalah fermentasi.

Berikut adalah macam-macam teknik pengawetan makanan, yang dikutip dari Pengantar Keseahatan Lingkungan, Budiman Chandra (2007:102):

  1. Pendinginan

    Pendingan dapat mencegah perkembangbiakan mikroorganisme. Ada 3 macam teknik pendinginan, yaitu:

    1. Cold storage, digunakan untuk tidak sekedar mendinginkan tapi hingga membekukan makanan. Contohnya untuk ikan di suhu 0 hingga -10°.

    2. Freezer, digunakan untuk membekukan tapi di suhu medium. Contohnya untuk keju, mentega dan susu di suhu 0°.

    3. Cool storage, digunakan hanya untuk mendinginkan sehingga tidak sampai beku. Contohnya makanan kaleng, telur dan buah-buahan.

  2. Pengeringan

    Teknik ini untuk menghilangkan kandungan air agar bakteri tidak bisa tumbuh. Dengan cara ini hanya vitamin C yang ikut hilang, sedangkan nutrisi lain masih ada.

  3. Penggaraman atau Pengasinan

    Garam dengan konsentrasi tinggi akan mempersulit tumbuhnya bakteri. Garam juga dapat menyerap air dalam makanan. Namun cara ini sedikit mengurangi nilai gizi makanan.

  4. Pengasaman

    Pengasaman dilakukan dengan asam cuka pada sayuran dan buah-buahan.

  5. Pemanisan

    Pemanisan dilakukan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

  6. Pengasapan

    Pengasapan ini harus cermat karena jika tidak tepat, hasilnya tidak seawet teknik lain. Selain itu, warna berubah dan nilai gizi banyak berkurang.

  7. Fermentasi atau Peragian

    Fermentasi digunakan untuk menghambat mikroorganisme melalui proses pemecahan karbohidrat dalam makanan untuk menghasilkan asam organik.

  8. Penambahan Bahan-bahan Kimia

    Teknik ini paling banyak dilakukan karena praktis dan kemungkinan berhasil lebih besar. Namun wajib berhati-hati dengan dosisnya.

    Bahan Tambahan Makanan (BTM) yang banyak digunakan antara lain asam askorbat, asam eritorbat, butilhidroksianisol (BHA), butilhidroksitoluen (BTH), kalsium aluminium silikat, dan sebagainya.

Baca juga: 12 Teknik Pengolahan Pangan beserta Penjelasannya

Itulah macam-macam teknik pengawetan makanan agar tahan lama, dari yang paling mudah hingga secara kimiawi. Untuk keperluan rumah dan tidak terlalu paham bahan-bahan kimia, sebaiknya memilih cara alami. (lus)