Konten dari Pengguna

Makna dan Lirik Lagu Kusuma Wijaya, Kidung Jawa dari Pawestri

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makna dan lirik lagu kusuma wijaya - Sumber: pixabay.com/stevepb
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makna dan lirik lagu kusuma wijaya - Sumber: pixabay.com/stevepb

Lantaran menggunakan bahasa Jawa yang puitis, banyak orang yang penasaran dengan makna dan lirik lagu "Kusuma Wijaya". Dibawakan dengan suara merdu Pawestri, lagu ini bukan sekadar alunan musik, tetapi juga menyimpan pesan emosional yang kuat.

Liriknya puitis, penuh simbol, dan menyentuh sisi batin siapa pun yang mendengarkannya. Wajar jika "Kusuma Wijaya" saat ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.

Menggali Makna dan Lirik Lagu Kusuma Wijaya yang Dinyanyikan oleh Pawestri

Ilustrasi makna dan lirik lagu kusuma wijaya - Sumber: pixabay.com/publicdomainpictures

Lagu berjudul "Kusuma Wijaya" merupakan karya cipta Rendra Kemana yang dinyanyikan oleh Pawestri. Lagu ini resmi dirilis pada 11 Mei 2025 melalui kanal YouTube Rendra Kemanaea, dan hingga saat ini telah meraih lebih dari 200 ribu penayangan.

Lagu ini merupakan tembang dengan bahasa Jawa yang sarat makna puitis dan filosofis. Judulnya terinspirasi dari bunga legendaris, wijaya kusuma, yang dalam budaya Jawa sering dikaitkan dengan kemurnian hati, kejayaan, dan keabadian.

Menurut buku MENGENAL DAN BELAJAR MENANAM BUNGA WIJAYAKUSUMA (EPIPHYLLUM) BUNGA PARA RAJA, Sant, (2020), bunga wijaya kusuma memiliki keistimewaan karena mekar hanya pada malam hari. Inilah yang menjadikannya sebagai simbol ketenangan dan keindahan yang tersembunyi.

Berikut adalah pembahasan makna dan lirik lagu Kusuma Wijaya. Lirik lengkap lagu tersebut, yang ditulis ulang dari bestliriklagu.com, adalah:

Lunging mekar lan semi

Puspita ing taman sari

Manglung manungsung wengi

Kalawan wulane ndadari

Ngambar rum sasmita

Sang kumbang wewayang

Ngrangsang pucuk sarining kembang, Kembang

Reff:

Kusumaning ratri mung sawiji

Kinanthi mematri sajroning ati kang suci

Lintang-lintang panjer ana antariksa

Amimbuhi ayu sang rina

Kusuma Wijaya

Lirik pembukanya yang berbunyi: “Lunging mekar lan semi, puspita ing taman sari, manglung manungsung wengi, kalayan wulane ndadari” menggambarkan bunga (kembang) yang mekar di taman pada malam hari, ditemani sinar bulan purnama (wulane ndadari).

Bunga yang mekar di malam sunyi ini melambangkan keindahan batin, ketulusan, dan kemurnian. Semua hal yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memahami nilai spiritual.

Ngambar rum sasmita, sang kumbang wewayang, ngrangsang pucuk sarining kembang, kembang.” Di sini, kumbang digambarkan sebagai sosok yang tertarik pada sari bunga, melambangkan hubungan harmonis antara manusia dengan keindahan dan cinta yang tulus. Ada pesan bahwa keindahan sejati memancarkan daya tarik alami tanpa paksaan.

Di bagian reffrain, lirik “Kusumaning ratri mung sawiji, kinanthi mematri sajroning ati kang suci, lintang-lintang panjer ana antariksa, amimbuhi ayu sang rina, kusuma wijaya” menegaskan bahwa kusumaning ratri (bunga malam) adalah satu-satunya simbol keindahan yang mematri di hati yang suci.

Kehadiran bintang-bintang di langit memperindah malam, seakan melengkapi pesona bunga wijaya kusuma. Ini menggambarkan perpaduan harmoni alam dengan keindahan spiritual yang abadi.

Bunga wijaya kusuma yang mekar di kegelapan malam, mengingatkan bahwa kemurnian dan kebaikan akan selalu tampak meski tidak ditonjolkan. Bintang, bulan, dan bunga menjadi simbol keteraturan alam yang mendukung keindahan spiritual.

Kemudian, sosok kumbang yang mendekati bunga melambangkan rasa cinta atau ketertarikan. Dua hal yang muncul karena keindahan batin, bukan hanya rupa.

Bisa disimpulkan bahwa makna dan lirik lagu "Kusuma Wijaya" ini mengisahkan keindahan sejati yang muncul dari hati yang murni, diibaratkan seperti bunga wijaya kusuma yang mekar di malam hari. Keindahan yang bukan sekadar fisik, tetapi lebih pada aura batin, ketulusan, dan kemuliaan hati.

Baca Juga: Makna Lagu Sluku-Sluku Bathok dari Daerah Jawa