Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila, Penjelasan Lengkap

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa makna filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila? Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, penting bagi setiap warga negara untuk kembali memahami nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan pendidikan nasional.
Filsafat pendidikan yang menjadikan Pancasila sebagai landasannya merupakan cerminan jati diri bangsa. Khususnya dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, dan cinta tanah air.
Memahami Apa Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila
Filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila merupakan konsep dan pendekatan pendidikan. Konsep ini menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar, arah, dan landasan moral dalam seluruh proses pendidikan di Indonesia.
Pendekatan ini bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang tidak hanya pintar secara intelektual. Selain itu juga memiliki integritas moral, sosial, dan spiritual sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Berdasarkan buku Filsafat Pendidikan, Yusnadi Yusnadi, Feriyansyah Feriyansyah, Mahfuzi Irwan, (2024), filsafat pendidikan berbasis Pancasila adalah pandangan yang menempatkan kelima sila tersebut. Digunakan sebagai landasan filosofis dalam membentuk tujuan pendidikan nasional, kurikulum, metode belajar, hubungan antar warga sekolah, serta peran guru dan siswa.
Lantas, apa makna filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila? Berikut adalah penjelasan makna mendasarnya menurut setiap sila.
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Pendidikan harus mengembangkan dimensi spiritual siswa. Pendidikan juga harus dapat menanamkan nilai-nilai religius, toleransi antarumat beragama, serta penghormatan terhadap keyakinan masing-masing.
2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pendidikan harus memperlakukan semua peserta didik dengan adil, tanpa diskriminasi. Termasuk kebiasaan untuk dapat mengembangkan empati, kasih sayang, etika, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Pendidikan harus memupuk rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan semangat kebangsaan. Pendidikan juga sebaiknya dapat mendorong kerja sama dan gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.
4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Pendidikan harus mengembangkan sikap demokratis, keterbukaan, dan kemampuan berpikir kritis. Siswa diajak untuk berdiskusi, berpendapat, dan menghargai pendapat orang lain. Pengambilan keputusan di lingkungan sekolah pun harus dilakukan secara musyawarah, bukan otoriter.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Pendidikan harus menjangkau semua lapisan masyarakat, tanpa memandang status sosial dan ekonomi. Pemerataan akses pendidikan, kualitas guru, dan fasilitas menjadi perhatian utama.
Apa makna filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila adalah fondasi ideologis dan praktis dalam menyelenggarakan pendidikan nasional. Pendidikan semacam ini bertujuan membentuk manusia Indonesia yang beriman, berakhlak mulia, cinta tanah air, demokratis, dan menjunjung keadilan sosial. (DNR)
Baca Juga: Mengenal Tugas Utama Guru Menurut Pandangan Filsafat Pendidikan Perenialisme
