Konten dari Pengguna

Makna Hari Tarwiyah dan Amalan yang Bisa Dilakukan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tarwiyah adalah, sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tarwiyah adalah, sumber: Pixabay

Bagi umat Islam, bulan Dzulhijjah memiliki banyak keistimewaan khususnya di sepuluh hari pertama. Di antara sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah itu, terdapat satu hari yang disebut Tarwiyah. Tarwiyah adalah hari kedelapan di bulan Dzulhijjah.

Salah satu yang menyebabkan istimewanya sepuluh hari pertama Dzulhijjah, menurut Ibnu Hajar al-Asqalani yang merupakan seorang tokoh bermazhab Syafi'i, adalah karena pada hari tersebut, seluruh ibadah pokok seperti shalat, sedekah, dan manasik haji berkumpul.

Keistimewaan itu tidak ada di hari lainnya. Untuk itulah, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan di sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, salah satunya dengan melakukan puasa sunnah.

Amalan yang Bisa Dilakukan di Hari Tarwiyah

Ilustrasi hari Tarwiyah di bulan Dzulhijjah, sumber: Pixabay

Di hari Tarwiyah, umat Islam yang tidak melakukan ibadah haji dianjurkan untuk melakukan puasa Tarwiyah agar bisa ikut merasakan kenikmatan beribadah seperti yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji di Tanah Suci.

Dalam buku Agama Membuat Kaya karya Miftahul Chair disebutkan bahwa Puasa Tarwiyah apabila diamalkan memiliki hikmah dan manfaat yang sangat besar karena dalil hadits memang menjelaskan dan menjanjikan hal yang demikian.

Adapun, hikmah dan manfaat puasa hari Tarwiyah antara lain sebagai berikut.

Dicintai oleh Allah SWT

Rasulullah bersabda, “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini, yakni hari pertama hingga ke-9 Dzulhijjah yang termasuk di dalamnya hari Tarwiyah. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, meski berjihad fisabilillah?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Iya, meskipun ia berjihad fisabilillah.’” (HR. Bukhari dari Ibnu 'Abbas)

Menghapus dosa selama setahun

"Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah SWT untuk digunakan untuk beribadah seperti halnya hari-hari 10 Dzulhijjah sejak tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Berpuasa dalam seharinya itu sebanding dengan puasa 1 tahun. (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Mendapatkan pahala istimewa

Dari Anas bin Malik ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang berpuasa di hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) maka Allah akan memberikannya pahala seperti pahalanya kesabaran Nabi Ayub 'alaihissalam atas penyakit yang menimpanya. Siapa yang berpuasa pada hari arafahnya (9 Dzulhijjah) maka Allah akan memberikannya pahala Nabi Isa bin Maryam dalam mengerjakan puasa Arafah. Jika seseorang tersebut belum makan apa-apa di Hari Raya kurban sampai terlaksananya shalat Ied maka ia diberikan pahala orang yang mengerjakan shalat itu. Apabila ia meninggal di tanggal berapa pun itu hingga sampai tanggal 30 Dzulhijjah, maka ia tergolong orang yang mati syahid."

Niat Puasa Tarwiyah

Amalan di bulan Dzulhijjah, sumber: Pixabay

Innamal a'malu binniyat, setiap perbuatan tergantung dari niatnya. Dalam menjalankan ibadah puasa pun, niat diperlukan agar dalam beribadah senantiasa diberikan kekuatan. Niat puasa dapat dibaca dalam hati ataupun diikrarkan secara lisan.

Adapun niat puasa tarwiyah, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah ta'ala

Baca Juga: Bacaan Dzikir di Bulan Dzulhijjah, Amalkan di 10 Hari Pertama

Demikianlah penjelasan mengenai hari tarwiyah dan keutamaan mengerjakan puasa di hari tersebut. Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT. (ARN)