Makna Lagu Anak itu Belum Pulang Hindia beserta Liriknya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna lagu Anak itu Belum Pulang Hindia menyita pencinta musik indi ketika Hindia meluncurkan mixtape berjudul Doves, '25 on Blank Canvas pada tanggal 24 Februari 2025 lalu. Lagu itu memiliki arti khusus bagi bangsa ini dan Hindia sendiri.
Hindia adalah mononim dari Daniel Baskara Putra. Hindia populer dengan lagu-lagu yang liriknya berasal dari realitas kehidupan, seperti lagu Anak itu Belum Pulang ini.
Makna Lagu Anak itu Belum Pulang Hindia
Dikutip dari Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK dan MAK Kelas X, Ahmad Iskak dan Yustinah (2008:128), lirik lagu adalah ungkapan atau curahan jiwa, perasaan, dan pikiran dari penciptanya yang diuraikan melalui untaian kata yang indah.
Hindia mencurahkan perasaan dan pikirannya yang telah lama mengendap dalam lagu Anak Itu Belum Pulang. Meski musiknya tidak pelan apalagi mendayu-dayu, tapi warna suara Hindia dan makna lagu ini mencerminkan kehampaan.
Selengkapnya, berikut adalah lirik dan makna lagu Anak itu Belum Pulang Hindia.
1. Lirik Lagu Anak itu Belum Pulang Hinda
Suatu hari aku melihat
Payung hitam berbaris rapat
Di televisi, suatu pagi
Sebelum gegas berangkat sekolah
Suatu hari aku tercekat
Pertama kali aku mengerti
Alasan hadir puluhan orang
Baju gelap, nol titik terang
Suatu hari aku bertanya
Apa belum selesai juga?
Di layar ponsel, di kantin kampus
Mendekati hari ku lulus
Di hari ini aku bertanya
Apa rasanya bagi mereka?
Mengirim surat untuk siapa?
Domba mohon ke serigala
Refrain:
Anak itu belum pulang
Yang di seberang belum pulang
Anak itu belum pulang
Yang di seberang belum pulang
Satu jamuan
Tanpa jawaban
Siapa yang dalam diam benar tahu?
Siapa yang dalam hati berseteru?
Siapa yang suatu hari 'kan mengaku?
Refrain
Aku bantu semampuku
Merawat cerita di dalam kepalaku
Kamu bantu semampumu
Menebar cerita jauh ke penjuru
2. Makna dari Lagu Anak itu Belum Pulang Hindia
Lirik lagu di atas menggambarkan kilas balik Hindia pada peristiwa kerusuhan 1998. Saat itu Bernardinus Realino Norman Irmawan tewas tertembak. Sang ibu, Maria Katarina Sumarsih, menggelar aksi Kamisan dengan ciri khas payung hitam untuk meminta keadilan.
Hindia mencoba membantu merawat ingatan tentang seorang anak dengan panggilan Wawan yang pergi kuliah tapi tidak kembali dalam keadaan seperti ketika dia berangkat. Hindia ingin peristiwa itu selalu diingat karena belum tuntas.
Makna lagu Anak itu Belum Pulang Hindia kembali mengangkat Tragedi Semanggi I. Wawan adalah satu dari beberapa mahasiswa yang pulang tapi tinggal nama. (lus)
Baca juga: Lirik dan Makna Lagu Kami Belum Tentu Feast tentang Kondisi Politik
