Memahami Aturan Aufbau dalam Menetapkan Orbital Atom

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam belajar kimia atau fisika, salah satu materi yang diajarkan adalah konfigurasi elekton. Konfigurasi elektron menandakan penataan elektron dalam suatu atom. Salah satu penetapan orbital atom adalah aturan aufbau.
Aturan aufbau memfokuskan pada proses di sekitaran elektron. Hal ini membantu dalam memprediksi secara teoritis konfigurasi elektron suatu unsur dalam tabel periodik.
Aturan Aufbau dalam Ilmu Kimia
Aufbau adalah kata yang diambil dari bahasa Jerman yang artinya ‘kontruksi’. Nama ini diambil dari kata Aufbauprinzip, ‘prinsip membangun’. Meski begitu, nama ini bukan diberi oleh seorang ilmuwan.
Kemudian, Niesl Bohr berusaha menyelidiki sifat atom dan karateristiknya. Bohr berusaha menyempurnakan kontribusi Ernest Rutheford. Dari sini, ia mendirikan premis-premis tertentu.
Ia menekankan bahwa inti atom tetap berada di pusat dikelilingi oleh elektron yang mengubah tingkat karena kehilangan atau peningkatan energi.
Dalam aturan aufbau, elekton akan menempati orbital yang memiliki energi terendah terlebih dahulu yang memilki energi lebih tinggi. Dengan begitu, atom terlebih dahulu berada pada tingkat energi yang minimum.
Dalam menyusun energi elekton dalam aturan aufbau, bilangan kuantum utama dengan n=1. Setelah tingkat energi elektron diurutkan berdasarkan bilangan kuantum utama, kemudian diurutkan lagi berdasarkan bilangan kuantum azimut sebab orbital-orbital dalam atom berelektron banyak tidak terdegenerasi.
Berdasarkan bilangan kuantum azimut, tingkat energi terendah adalah orbital dengan bilangan kuantum azimut terkecil atau 1=0. Jadi, urutan tingkat energinya adalah s < p < d < f < [1 = (n—1)]
Dikutip dari buku Serial Modul Pembelajaran Berorientasi Nature Of Science (NOS) Kimia Umum: Atom, Molekul, dan Sifat Zat oleh Yusran Khery, dkk (2019: 80), pada aturan aufbau, pengisian orbital dimulai dari orbital 1s, 2s, 2p.
Urutan tingkat energi dari yang terendah ke tingkat energi paling tinggi, yakni:
1s < 2s < 2p < 3s < 3p <4s < 3d < 4p < 5s < 4d < 5p < 6s < 4f < dan seterusnya.
Tentukan konfigurasi elektron 12Mg berdasarkan aturan aufbau!
Apabila mengisi elektron pada orbital yang memiliki energi terendah dalam aturan aufbau yakni:
12Mg = 1s2 2s2 2p6 3s2
Baca Juga: Kegagalan Aturan Oktet: Pengertian dan Contoh Kasusnya
Itulah penjelasan singkat tentang aturan aufbau dalam menetapkan orbital energi. Semoga penjelasan singkat di atas bermanfaat sebagai pembelajaran untuk memperdalam materi tentang konfigurasi elektron. (MZM)
