Konten dari Pengguna

Memahami Struktur Sel Prokariotik dan Eukariotik beserta Fungsinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Foto: Unsplash

Struktur sel adalah unit terkecil pada makhluk hidup yang tersusun atas unsur-unsur atau elemen-elemen sel yang saling terikat. Susunan pada sel mampu membentuk kesatuan struktural dan fungsional.

Struktur sel dalam makhluk hidup terbagi menjadi dua jenis, yaitu struktur sel eukariotik dan prokariotik. Kedua jenis sel tersebut memiliki perbedaan penyusunannya namun sama-sama mempunyai membran plasma dan sitoplasma.

Struktur Sel Prokariotik dan Fungsinya

Ilustrasi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Foto: Unsplash

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti. Secara struktural sel ini sangat sederhana karena tersusun beberapa macam organel. Berikut ini penjelasan bagian-bagian sel prokariotik dan fungsinya.

1. Dinding Sel

Pada sel prokariotik juga terdapat dinding sel. Biasanya, dinding sel terdiri dari peptidaglikan, lemak (lipid) dan protein.

Fungsinya untuk memberi bentuk pada sel karena sifatnya yang kaku, melindungi sel, mengatur pertukaran zat antara larutan di luar sel dengan sitoplasma. Tidak hanya itu saja, organel ini juga berguna dalam mengontrol keluar masuknya nutrisi di dalam sel.

2. Membran Plasma

Bagian sel prokariotik ini terdiri dari lapisan lemak protein yang memiliki fungsi untuk mengatur transportasi zat terlarut dan air ke dalam sel serta melindungi molekuler sel terhadap lingkungan sekitar.

3. Ribosom

Sel prokariotik memiliki organel sel ribosom yang tersusun dari protein dan RNA. Fungsi dari organel ini adalah sebagai tempat sintesis protein.

4. Nukleoid

Nukleoid adalah daerah inti yang dibentuk dari molekul DNA.

5. Sitoplasma

Pada sel prokariotik sitoplasma mengandung vakuola dan vesikel yang berguna untuk menyimpan cadangan gula.

6. Flagela

Flagela adalah alat gerak pada bakteri. Biasanya, alat gerak ini terdiri atas bahan protein yang elastik, yaitu flagelin mirip seperti myosin.

7. Pili (Fimbriae)

Pili adalah benang-benang halus yang menonjol keluar dari dinding sel. Fungsi dari organ ini sebagai tempat melekatkan diri pada jaringan tumbuhan atau hewan.

Struktur Sel Eukariotik dan Fungsinya

Ilustrasi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Foto: Unsplash

Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti. Struktur sel eukariotik lebih kompleks jika dibandingkan dengan sel prokariotik.

Mengutip dari buku Mikrobiologi Umum karya Ngatirah (2019:4-11), berikut ini bagian-bagian dari struktur sel eukariotik dan fungsinya dapat diketahui sebagai berikut.

1. Membran Sel

Membran sel adalah lapisan lipoprotein yang tersusun atas protein dan fosfolipid. Lazimnya, membran ini bersifat semipermeabel sehingga berfungsi untuk mengatur masuk dan keluarnya zat dari sel ke dalam sel.

2. Nukleus

Nukleus adalah inti sel yang terdapat di dalam sel eukariotik. Dalam inti ini terdapat nukleolus yang berfungsi dalam pembentukan m-RNA.

3. Dinding Sel

Sel eukariotik tersusun atas selulosa yang masih muda dan sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhannya. Biasanya, dinding sel akan mengalami penambahan zat lignin agar semakin kuat sehingga dapat menjalankan fungsinya untuk memberi bentuk dan melindungi sel.

4. Sitoplasma

Sel eukariotik memiliki sitoplasma yang didalamnya terdapat molekul-molekul besar, ion-ion dan bahan hidup lainnya. Adapun organel yang ada di dalam sitoplasma pada sel eukariotik di antaranya adalah.

  • Retikulum Endoplasma (RE)

  • Ribosom

  • Mitokondria

  • Badan golgi

  • Lisosom

  • Sentrosom

  • Vakuola

  • Kloroplas

Baca juga: Mengenal Gamet, Sel Kelamin yang Berasal dari Genotipe

Demikianlah ulasan mengenai struktur sel prokariotik dan eukariotik. Adapun fungsi dari bagian-bagian sel tersebut dapat menjadi dasar dalam mempelajari sel tumbuhan maupun hewan. (NTA)