Konten dari Pengguna

Mengapa Angin Dapat Mempengaruhi Terjadinya Hujan? Ini Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa angin dapat mempengaruhi terjadinya hujan. Sumber: unsplash.com/MisaelSilvera.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa angin dapat mempengaruhi terjadinya hujan. Sumber: unsplash.com/MisaelSilvera.

Mengapa angin dapat mempengaruhi terjadinya hujan? Angin kencang selalu mengawali kedatangan awan atau mendung yang menandakan akan terjadi hujan.

Jika dirasakan, embusan angin yang diikuti awan itu terasa dingin. Makin lama awan makin pekat sehingga masyarakat bersiap-siap untuk berteduh atau menghadapinya dengan payung dan jas hujan.

Mengapa Angin Dapat Mempengaruhi Terjadinya Hujan?

Ilustrasi mengapa angin dapat mempengaruhi terjadinya hujan. Sumber: unsplash.com/IvanVranic.

Dikutip dari Cakrawala Geografi 2 untuk SMP Kelas VIII, Munawir dan Kawan-kawan (2007:7), angin adalah pergerakan udara yang disebabkan oleh perbedaan tekanan. Udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi (dingin) ke tempat yang bertekanan rendah (panas).

Di Indonesia, musim hujan dipengaruhi embusan angin dari benua Asia yang bertekanan tinggi ke benua Australia yang bertekanan rendah. Embusan angin dari benua Asia membawa uap air yang sangat banyak.

Mengapa angin dapat mempengaruhi terjadinya hujan? Dari paragraf di atas dapat diketahui bahwa angin dapat memengaruhi terjadinya hujan karena membawa uap air. Untuk lebih jelasnya, berikut peran angin dalam proses terjadinya hujan:

  1. Air yang berada di permukaan bumi merupakan bahan utama proses terjadinya hujan.

  2. Semua air di bumi, baik air laut, sungai, selokan, genangan, bahkan keringat terpapar oleh sinar matahari.

  3. Air akan menguap jika terkena suhu yang cukup tinggi. Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah menjadi uap air atau gas. Proses penguapan ini disebut evaporasi.

  4. Karena air telah berubah menjadi uap atau gas, maka massanya menjadi sangat ringan sehingga dapat naik meninggalkan bumi menuju ke atmosfer.

  5. Semakin tinggi lapisan atmosfer, suhu semakin rendah. Dalam suhu yang dingin tersebut uap air melepaskan kalor sehingga berubah menjadi titik-titik air. Proses ini disebut pengembunan atau kondensasi, yaitu kembalinya wujud uap air menjadi air.

  6. Dengan bantuan angin, uap air yang mengalami proses kondensasi tersebut terkumpul dalam jumlah yang sangat banyak. Kumpulan titik-titik air inilah yang disebut awan.

  7. Jika jumlah awan semakin banyak dan massanya semakin besar atau berat, titik-titik air itu akan kembali ke bumi karena pengaruh gravitasi bumi. Proses ini disebut presipitasi.

  8. Bentuk presipitasi ada 3, yaitu hujan, hujan salju dan hujan es.

Baca juga: Ciri-ciri Sungai Hujan beserta Pengertiannya

Mengapa angin dapat mempengaruhi terjadinya hujan? Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa angin berperan mengumpulkan uap air yang berproses menjadi titik-titik air hingga cukup berat agar dapat jatuh ke bumi sebagai hujan. (lus)