Konten dari Pengguna

Mengapa Bakteri Termasuk Sel Prokariotik? Inilah Jawabannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa bakteri termasuk sel prokariotik. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Anna Shvets
zoom-in-whitePerbesar
Mengapa bakteri termasuk sel prokariotik. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Anna Shvets

Bakteri merupakan mikroorganisme yang bukan termasuk sel eukariotik, sehingga tergolong dalam prokariotik. Akan tetapi, mengapa bakteri termasuk sel prokariotik? Penting untuk mempelajarinya sebagai referensi pembelajaran dalam biologi.

Dikutip dari buku Dasar-dasar Mikrobiologi dan Penerapannya oleh Dharma Gyta Sari Harahap, dkk (2021:24), bakteri merupakan mikroorganisme prokariotik yang bersel satu. Selain itu, strukturnya lebih kompleks daripada virus yang memiliki DNA dan RNA.

Alasan Mengapa Bakteri Termasuk Sel Prokariotik

Mengapa bakteri termasuk sel prokariotik. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Edward Jenner

Alasan mengapa bakteri termasuk sel prokariotik adalah karena tidak memiliki nukleus dan kekurangan organel sel. Berbeda dengen eukariotik yang DNA-nya tersimpan dalam inti sel dan dipisahkan dengan sitoplasma oleh membran inti. Lebih jelasnya, simak beberapa ciri sel prokariotik yang dimiliki bakteri.

1. Sel Tanpa Membran Inti

Sel prokariotik secara umum tidak memiliki membran inti yang memiliki materi genetiknya. Mayoritas sel prokariotik terdiri dari organisme uniseluler yang cukup kecil. Berkisar di antara 0,7 hingga 2,0 mikrometer dengan volume sekitar 1 μm³. Hal ini sangat berbeda dengan sel eukariotik yang cukup kompleks.

2. DNA Terletak pada Nukleoid

Selain tidak memiliki membran inti, prokariotik ditandai dengan materi genetik yang berada di nukleoid. Letak materi genetik atau DNA tersebut tidak dapat dipisahkan oleh membran dari struktur lain dalam sel.

Organisme yang tergolong prokariotik sendiri dapat ditemui pada Archaebacteria dan Eubacteri yang mampu beradaptasi dengan ekstrim. Sehingga, sel prokariotik ini akan lebih fleksibel hidup di lingkungan yang dapat ditinggali.

3. Kekurangan Organel Sel

Pada dasarnya, sel prokariotik kekurangan organel intraseluler. Sama sepertinya dengan bakter yang tidak memiliki organel sel pada sel eukariotik. Pasalnya bakteri hanya terdiri dari sitoplasma, materi genetik, ribosom, dan plasmid di dalamnya. Berikut beberapa fungsi dari organel tersebut:

  1. Sitoplasma, sebagai medium terjadinya reaksi kimia.

  2. Materi genetik, sebagai pengatur dalam perkembangan fenotipe pada setiap organisme.

  3. Ribosom, berperan sebagai perbaikan protein dan sintesis protein baru yang krusial.

  4. Plasmid, yaitu molekul DNA dengan ukuran bervariasi dari kurang dari 1 kb hingga lebih dari 200 kb.

Baca Juga: Memahami Struktur Sel Prokariotik dan Eukariotik beserta Fungsinya

Itulah alasan mengapa bakteri termasuk sel prokariotik yang dapat dijadikan referensi pembelajaan biologi. Semoga bermanfaat! (NUM)