Mengapa pada Bulan Oktober Sampai Maret di Indonesia Mengalami Musim Hujan?

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa pada bulan Oktober sampai Maret di Indonesia mengalami musim hujan? Hal tersebut dikarenakan adanya angin muson barat dari benua Asia ke benua Australia yang bertiup melalui Samudra Hindia. Angin tersebut mengandung banyak uap air.
Angin muson merupakan angin yang menyebabkan musim hujan dan musim kemarau di daerah tropis. Angin ini mengalami penggantian arah setahun 2x. Pertama, akan ada embusan angin darat yang kering dan selanjutnya ada embusan angin laut yang basah.
Alasan Mengapa pada Bulan Oktober Sampai Maret di Indonesia Mengalami Musim Hujan
Indonesia adalah negara yang terletak di daerah tropis, yaitu wilayah yang berada dekat dengan garis khatulistiwa. Karena letak geografisnya ini, Indonesia mengalami dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Dalam buku CMS Cara Menguasai Soal Geografi SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan HOTS oleh Santi Kurniasih (2019:336) musim hujan di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Oktober sampai Maret. Pada musim ini, angin muson barat yang tertiup pada saat kedudukan semu matahari berada di belahan Bumi bagian Selatan.
Hal ini menyebabkan adanya perbedaan tekanan udara antar benua Asia yang tinggi dan tekanan udara di benua Australia yang rendah. Karena kondisi tersebut angin dari Kawasan benua Asia bertiup ke Kawasan benua Australia.
Angin tersebut bertiup melalui Samudra Hindia sehingga angin ini mengandung uap air yang banyak. Itulah alasan mengapa pada bulan Oktober sampai Maret di Indonesia mengalami musim hujan.
Dampak Angin Muson Barat
Monsun atau muson merupakan angin musim yang bersifat periodik dan biasanya terjadi terutama di Samudra Hindia dan sebelah selatan Asia. Angin muson dibagi menjadi dua jenis salah satunya angin muson barat.
Ketika angin muson barat datang, maka Indonesia mengalami musim penghujan. Akibatnya adalah curah hujan tinggi yang dapat mengganggu bahkan membahayakan kerja nelayan. Ketahui dampak positif dan negatif dari angin muson barat berikut ini.
Dampak Positif Angin Muson Barat
Membantu tanaman agar lebih hijau dan subur.
Mengurangi polusi udara.
Membantu petani mengairi sawah.
Mengurangi risiko kebakaran hutan.
Dampak Negatif Angin Muson Barat
Mengundang banyak nyamuk dan meningkatkan risiko penyakit demam berdarah.
Memperbanyak risiko tanah longsor.
Memperbesar kemungkinan terjadinya gagal panen.
Mengganggu nelayan dalam melaut.
Baca juga: Jenis-Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya
Adanya angin muson barat menjadi alasan mengapa pada bulan Oktober sampai Maret di Indonesia mengalami musim hujan. Angin ini membawa dampak negatif dan positif bagi semua makhluk hidup yang ada di Bumi ini. (MRZ)
