Mengapa Volume Agar-agar Berkurang Setelah Dibekukan? Ini Jawabannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa volume agar-agar berkurang setelah dibekukan?Perubahan air yang semula memiliki bentuk berubah menjadi kristal es (padat) dan memiliki kerapatan lebih tinggi. Jadi, volume air pada agar-agar berkurang.
Agar-agar diolah dari rumput laut atau alga yang sering dijumpai dalam bentuk bubuk. Jika dilihat secara sekilas, agar-agar mirip dengan jelly dan pudding. Agar-agar adalah makanan kaya serat, yang baik untuk pencernaan.
Mengenal Apa Itu Agar-agar
Dikutip dalam buku Koleksi Kreatif Resep Agar-Agar oleh Pustaka Swallow Globe (2013:16) bahan baku agar-agar adalah tanaman air rumput laut merah. Tanaman ini memiliki sifat hidrofilik, menyerap air (mengikat air hingga membentukk gel), dan sineresis yang dapat melepaskan air dalam jumlah seimbang.
Selain itu agar-agar juga memiliki kemampuan membentuk gel, viskositas (kekentalan), setting point (suhu pembentukan gel), dan melting point (suhu mencairnya gerl) yang sangat menguntungkan untuk dipakai di dunia industri pangan atau non pangan.
Umumnya masyarakat mengenal agara-agar sebagai hidangan pencuci mulut yang lezat dan menarik. Fungsi utama agar-agar adalah sebagai bahan pemantap, penstabil, pengemulsi, pengental, pengisi, penjernih, dan pembuat gel.
Mengapa Volume Agar-Agar Berkurang Setelah Dibekukan?
Untuk mendapatkan agar-agar yang bisa dikonsumsi, seseorang harus memasaknya terlebih dahulu dan kemudian membekukannya supaya rasanya lebih lezat dan menyegarkan. Namun, mengapa volume agar-agar berkurang setelah dibekukan?
Volume agar-agar berkurang setelah dibekukan karena, ketika larutan agar-agar mendingin dan membeku, air dalam larutan mengalami perubahan wujud dari cair ke padat yang dapat disebut dengan proses pembekuan. Ini berarti air mulai membentuk kristal es.
Proses pembekuan, mengakibatkan volume air berkurang. Hal ini disebabkan karena air dalam bentuk padat berupa kristal es memiliki kerapatan yang lebih tinggi daripada dalam bentuk cair. Sehingga, volume agar-agar juga berkurang setelah dibekukan.
Agar-agar yang tadinya mengikat air dengan baik dalam bentuk cairan akan memiliki lebih sedikit ruang untuk menampung air saat berubah menjadi bentuk padat. Ini adalah fenomena yang normal yang dialami oleh agar-agar.
Baca juga: Manfaat Rumput Laut untuk Kesehatan dan Contoh Olahannya
Demikian penjelasan mengenai mengapa volume agar-agar berkurang setelah dibekukan. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca dan diharapkan pembaca tidak kaget dengan fenomena tersebut. (MRZ)
