Konten dari Pengguna

Mengenal 4 Cara Kerja Topologi Mesh dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Kerja Topologi Mesh. Sumber: Pexels/Brett Sayless
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Kerja Topologi Mesh. Sumber: Pexels/Brett Sayless

Topologi mesh merupakan salah satu jenis struktur jaringan dalam jaringan komputer yang saat ini semakin populer dan banyak menjadi perhatian. Sama seperti struktur jaringan pada umumnya, terdapat juga cara kerja topologi mesh yang sangat penting untuk diperhatikan.

Topologi mesh dikenal memiliki konektivitas yang fleksibel dan handal. Selain itu, topologi mesh ini juga dikenal berbeda dengan jenis topologi lainnya. Oleh karena itu, tak heran jika topologi mesh menjadi pilihan utama dalam implementasi Internet of Things (IoT).

Cara Kerja Topologi Mesh dan Pengertiannya

Ilustrasi Cara Kerja Topologi Mesh. Sumber: Panumas Nikhomkhai

Mengutip buku Jaringan Komputer, Tri Rachmadi (2020:28), topologi mesh adalah suatu topologi yang didesain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau jalur yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software.

Pada dasarnya, topologi mesh bekerja dengan cara menghubungkan setiap perangkat (node) dalam jaringan melalui jalur komunikasi langsung.

Dalam jaringan ini, setiap perangkat bisa berkomunikasi langsung dengan perangkat lainnya tanpa harus melewati perangkat perantara. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai cara kerja topologi mesh.

1. Koneksi Langsung Antarperangkat

Dalam topologi mesh, setiap perangkat memiliki jalur koneksi langsung ke perangkat lain. Pada topologi mesh penuh, setiap perangkat terhubung dengan semua perangkat lain dalam jaringan, sehingga menciptakan redundansi tinggi tetapi juga meningkatkan biaya dan kompleksitas pemasangan.

Sementara itu, pada topologi mesh sebagian (partial mesh), hanya beberapa perangkat yang memiliki koneksi langsung ke perangkat lain, mengurangi jumlah kabel atau koneksi nirkabel yang diperlukan namun tetap menjaga redundansi yang cukup dalam jaringan.

2. Pengiriman Data

Dalam topologi mesh, data dikirim langsung dari perangkat pengirim ke perangkat penerima tanpa harus melewati banyak node perantara. Hal ini membuat proses pengiriman data lebih cepat dan mengurangi kemungkinan bottleneck yang sering terjadi pada topologi lain, seperti topologi star atau bus.

Karena tidak ada titik pusat dalam jaringan, jika satu perangkat mengalami kegagalan, perangkat lain masih dapat berkomunikasi tanpa terganggu.

3. Redundansi Jalur

Keunggulan utama dari topologi mesh adalah keberadaan jalur alternatif dalam pengiriman data. Jika salah satu jalur mengalami gangguan, data akan secara otomatis dialihkan melalui jalur lain yang masih tersedia.

Ini membuat jaringan menjadi lebih andal dan tahan terhadap kegagalan. Fitur ini sangat berguna dalam sistem yang memerlukan keandalan tinggi, seperti jaringan komunikasi militer dan pusat data.

4. Protokol Routing dan Flooding

Topologi mesh menggunakan dua metode utama dalam pengiriman data, yaitu routing dan flooding.

  • Routing berarti data dikirim melalui jalur tercepat dan paling efisien menuju perangkat tujuan. Sistem secara otomatis memilih rute terbaik berdasarkan faktor seperti jumlah hop (lompatan) dan kualitas koneksi.

  • Flooding adalah metode di mana data dikirim ke semua jalur yang tersedia dalam jaringan hingga mencapai tujuan. Meskipun metode ini sangat andal karena memastikan data selalu sampai, flooding bisa membebani jaringan dengan lalu lintas data yang tinggi, sehingga umumnya digunakan hanya dalam situasi tertentu.

Dengan memahami cara kerja topologi mesh dan juga pengertiannya, dapat dilihat bagaimana struktur ini menawarkan keandalan dan efisiensi tinggi dalam komunikasi data. Meskipun topologi mesh ini memerlukan investasi lebih dalam hal instalasi dan pemeliharaan. (BAI)

Baca Juga: 5 Fungsi dari Switch beserta Jenisnya pada Jaringan Komputer