Konten dari Pengguna

Mengenal Alasan Kenapa Air Hujan Tidak Asin

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Air Hujan Tidak Asin, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Air Hujan Tidak Asin, foto:pexels

Hujan berasal dari penguapan air di bumi yang kebanyakan berasal dari air laut. Di mana air laut memiki ciri khas rasanya yang asin. Namun air hujan yang turun ke permukaan bumi tidak memiliki rasa asin. Lantas kenapa air hujan tidak asin?

Hujan merupakan fenomena alam yang sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Proses terjadinya fenomena alam tersebut dapat dijelaskan melalui siklus hidrologi atau proses perubahan bentuk air yang berasal dari bumi terjadi secara berulang ulang.

Mengetahui Alasan Kenapa Air Hujan Tidak Asin

Ilustrasi Kenapa Air Hujan Tidak Asin, foto:pexels

Dikutip dari buku Geografi untuk SMA/MA Kelas X, Amir dan Kun (2010:105), hujan merupakan peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi. Secara umum terjadinya hujan diawali dengan kumpulan titik-titik air pada atmosfer yang makin lama semakin berat dan akhirnya turun menuju permukaan bumi.

Dengan kata lain hujan juga berasal dari penguapan air yang berada di bumi. Di mana sumber air terbesar berasal dari lautan yang sangat luas. Dapat diketahui bahwa air laut memiliki rasa yang asin. Namun air hujan yang turun di bumi cenderung terasa tawar dan bersifat asam.

Lalu kenapa air hujan tidak asin, padahal proses tebentuknya hujan sebagian berasal dari penguapan air laut. Alasan yang paling utama air hujan tidak terasa asin karena hujan merupakan proses pemurnian air yang terjadi dengan cara alami.

Di mana cahaya matahari yang menyebabkan menguapnya air laut hanya dapat mengangkat uap air ke atas, sementara kandungan garam pada air laut masih tetap tertinggal. Sehingga hanya molekul air saja yang terangkat dan berubah bentuk berupa uap air.

Uap air tersebut naik ke atas dan membentuk awan sebelum kemudian berubah menjadi hujan yang menurunkan air ke permukaan bumi.

Untuk lebih memahami terkait tahapan proses terjadinya hujan, berikut adalah penjelasan beberapa tahapannya.

  1. Tahapan pertama evaporasi ialah proses pengubahan air dengan wujud cair menjadi air dalam wujud gas, sehingga dapat disebut sebagai proses penguapan. Semakin tinggi panas matahari, maka semakin banyak juga air di bumi yang berubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.

  2. Selanjutnya masuk tahap kondensasi, uap air yang sudah naik mengalami kondensasi atau pengembunan yang berubah wujud menjadi partikel-partikel es. Perubahan wujud tersebut akibat suhu udara yang sangat rendah pada ketinggian. Partikel es tersebut kemudian menjadi awan jenuh.

  3. Tahapan terakhir yaitu presipitasi yang menjadi tehap terjadinya hujan. Pada tahap tersebut awan jenuh yang berisi titik-titik air bertambah semakin dingin. Kondisi tersebut menjadikan awan semakin berat dan akhirnya titik-titik airnya turun ke permukaan bumi.

  4. Air hujan yang telah jatuh ke permukaan bumi, sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian akan mengalir ke danau atau sungai yang selanjutnya dapat mengalir ke laut.

  5. Selanjutnya akan terus terjadi tahapan proses tersebut dan menjadi hujan kembali.

Baca Juga: Macam-Macam Cuaca di Dunia yang Penting untuk Diketahui

Pada dasarnya alasan kenapa air hujan tidak asin karena proses penguapan air hanya mengangkat molekul air dan tidak dapat mengangkat kandungan garam di laut. Semoga dari penjelasan tersebut dapat menambah wawasan. (PAM)