Mengenal Alat untuk Mengukur Besarnya Getaran Gempa Bumi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alat untuk mengukur besarnya getaran gempa bumi disebut seismograf. Sebagai warga di negara yang sering mengalami gempa, informasi tentang seismograf ini perlu disebarluaskan.
Pengetahuan tentang seismograf dapat membantu memahami bagaimana BMKG memproses informasi gempa agar sampai ke masyarakat secepat mungkin. Pengetahuan tentang seismograf ini meliputi jenis-jenis, cara kerja dan skalanya.
Alat untuk Mengukur Besarnya Getaran Gempa Bumi
Dikutip dari Black Swan Earthquake Theory dan Implementasi Kebijakan Publik pada Mitigasi Kebencanaan, Azhari Aziz Samudra (2023:90), alat untuk mengukur besarnya getaran gempa bumi disebut seismograf atau seismometer.
Seismograf ditemukan oleh peneliti Cina dari dinasti Han bernama Zhang Heng. Sedangkan seismograf modern diciptakan ilmuwan Inggris bernama John Milne.
Berikut adalah pengetahuan seputar seismograf yang penting untuk diketahui.
1. Jenis-jenis Seismograf
Jenis-jenis seismograf berdasarkan fungsinya:
Seismograf vertikal, yaitu seismograf yang dipasang pada satu titik untuk mencatat gelombang gempa vertikal.
Seismograf horizontal, yaitu seismograf yang digunakan untuk mencatat gelombang gempa horizontal. Seismograf yang dipasang ada dua, yaitu untuk mencatat gelombang utara-selatan dan timur-barat.
Jenis-jenis seismograf berdasarkan cara membaca datanya:
Seismograf manual atau mekanikal, yaitu seismograf yang mencatat gempa horizontal berdasarkan arahnya dan gempa vertikal berdasarkan arah gempa kompresi.
Seismograf digital, yaitu seismograf yang dilengkapi teknologi elektromagnetik seismografer yang dilengkapi display panel dan dapat mentransfer data lebih cepat.
2. Cara Kerja Seismograf
Berikut adalah urutan cara kerja seismograf:
Ketika gempa mengguncang kerak bumi, gelombang seismik merambat ke segala arah dan dirasakan oleh seismograf. Rol pita terus bergerak sehingga ujung massa stasioner menyentuh rol tersebut.
Seismograf mencatat gelombang primer lebih dulu, baru kemudian gelombang sekunder.
Catatan dalam seismograf bernama seismogram yang berbentuk seperti garis-garis pada rol pita.
Seismologist atau ahli gempa menganalisa catatan tersebut untuk menentukan besar gempa.
3. Skala Richter pada Seismograf
Masyarakat sering menerima informasi besaran gempa dalam skala richter atau SR. Berikut akibatnya yang akan dirasakan oleh manusia sesuai besaran gempa.
1.0-0.3 SR: tidak terasa.
3.0-3.9 SR: lampu gantung bergoyang dan terasa oleh warga di pusat gempa.
4.0-4.9 SR: bangunan bergetar dan air beriak.
5.0-5.9 SR: bangunan yang lemah runtuh dan manusia sulit berdiri.
6.0-6.9 SR: bangunan bertingkat runtuh dan ada retakan di tanah.
7.0-7.9 SR: kerusakan parah di pusat gempa dan tanah longsor.
8.0 SR ke atas: kerusakan parah hingga ratusan kilometer dan jika hiposentrum di bawah laut dapat memicu tsunami.
Baca juga: 3 Bencana yang Terjadi Setelah Gempa
Itulah ulasan bahwa alat untuk mengukur besarnya getaran gempa bumi disebut seismograf. Tinggalkan barang-barang dan utamakan keselamatan jika terjadi gempa. Ikuti pula edukasi mitigasi gempa dari BNPB. (lus)
