Konten dari Pengguna

Mengenal Cara Kerja Dioda beserta Jenis-jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara kerja dioda. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara kerja dioda. Sumber foto: Pixabay.com

Dioda merupakan bagian dari suatu komponen elektronika aktif yang terdiri dari dua kutub. Cara kerja dioda berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang diterimanya.

Komponen dioda terbuat dari bahan semikonduktor. Dioda memiliki bentuk baku yang disebut dengan diode.

Cara Kerja Dioda

Ilustrasi cara kerja dioda. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari buku Teknik Reparasi PC dan Monitor, Widodo Budiharto dkk (2005: 55), dioda adalah peranti semikonduktor yang dapat mengalirkan arus dengan satu arah. Dioda terbuat dari Silikon atau Germanium yang lebih dikenal dengan dioda junction.

Cara kerja dioda terjadi dalam tiga kondisi, yaitu sebagai berikut.

1. Kondisi Tanpa Tegangan

Kondisi yang pertama yaitu dioda dengan kondisi tanpa tegangan. Pada kondisi ini, dioda akan membentuk suatu perbatasan medan listrik pada daerah P-N junction.

Akibat tidak adanya tegangan, tidak ada medan listrik yang menarik elektron dari katoda. Elektron yang mengalami pemanasan pada katoda tersebut hanya mampu melompat, sampai pada posisi yang tidak jauh dari katoda dan membentuk muatan ruang.

2. Kondisi dengan Tegangan Positif

Ketika diberi tegangan positif, dioda akan bekerja dengan potensial yang ada. Potensial positif mampu menarik elektron yang baru saja terlepas dari katoda oleh emisi thermionic.

Pada situasi ini arus listrik baru akan terjadi. Besarnya arus listrik yang akan mengalir, sangat bergantung dari besarnya tegangan positif yang dikenakan pada plate.

3. Kondisi dengan Tegangan Negatif

Kondisi lainnya yaitu, kondisi dengan tegangan negatif. Pada kondisi ini, bagian anoda akan disambungkan dengan terminal negatif sumber listrik, sedangkan bagian katoda disambungkan dengan terminal positif.

Adanya tegangan yang bersifat eksternal akan mengakibatkan ion-ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke masing-masing kutub.

Pemberian tegangan yang bernilai negatif akan membuat ion-ion negatif tertarik ke sisi katoda (n-type) yang diberi tegangan positif, kemudian ion-ion positif tertarik ke sisi anoda (p-type) yang diberi tegangan negatif.

Pergerakan tersebut searah dengan medan listrik statis yang menghalangi pergerakan elektron, sehingga penghalang akan semakin tebal oleh ion-ion. Akibat dari proses pergerakan tersebut, listrik tidak dapat mengalir melalui dioda dan diibaratkan menjadi rangkaian terbuka.

Baca juga: Mengenal Pengertian Rangkaian Listrik dan Penerapannya

Jenis-jenis Dioda

Ilustrasi cara kerja dioda. Sumber foto: Pixabay.com

Dioda memiliki berbagai macam jenis. Jenis-jenis dioda adalah sebagai berikut:

  1. Dioda detektor, yaitu jenis dioda yang berbahan dasar Germanium yang mampu menghasilkan batas ambang tegangan sebesar 0,3 – 0,5 V.

  2. Dioda penyearah, yaitu dioda yang berbahan dasar Silikon, yang pada saat ini telah terbagi menjadi berbagai macam tipe, yang berhubungan dengan kemampuan untuk menangani tinggi tegangan maksimum tertentu.

  3. Dioda pensaklar, yaitu dioda yang berbahan dasar Silikon dan banyak digunakan pada aplikasi teknologi digital.

  4. Dioda varaktor, yaitu jenis dioda yang dikembangkan dari adanya fenomena khas yang terjadi pada dioda, berupa perubahan nilai kapasitansi antar elektroda.

Cara kerja dioda tergantung pada tinggi rendahnya tegangan yang diberikan. Dioda yang berubah nilai kapasitansi antara elektroda anoda dan katoda, seiring dengan perubahan tegangan catu balik yang diberikan kepadanya. (MAE)