Mengenal Ciri Bioteknologi Konvensional beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri bioteknologi konvensional beserta contoh pangannya sebenarnya sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menyadarinya karena kurangnya wawasan seputar bioteknologi konvensional.
Bioteknologi konvensional sangat erat kaitannya dengan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Adapun bioteknologi banyak dianggap para ilmuwan sebagai salah satu cara efektif untuk memproduksi pangan agar bahaya kelaparan tidak terjadi.
Ciri Bioteknologi Konvensional
Sebelum mengenal lebih dalam mengenai bioteknologi konvensional, sebaiknya ketahui lebih dulu apa itu bioteknologi. Sederhananya, bioteknologi adalah metode menggunakan organisme hidup untuk membuat produk baru yang bermanfaat.
Produksi bioteknologi dapat dilakukan dengan menggunakan makhluk hidup utuh seperti ragi dan bakteri, atau bahan alami dari organisme tertentu seperti enzim.
Pemanfaatannya didasarkan atas sifat makhluk hidup tersebut yang dapat berkembang biak secara cepat dan mampu melakukan berbagai reaksi kimia di dalam sel tubuhnya.
Proses bioteknologi telah lama dikenal manusia sejak zaman dahulu, tepatnya sejak zaman sebelum masehi. Hal ini yang membuat bioteknologi dibedakan menjadi dua jenis, yakni bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
Dikutip dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX, Sadiman dan Ningsih (2019 :169), bioteknologi konvensional atau yang sering disebut dengan bioteknologi tradisional adalah metode sederhana yang mengandalkan peran mikroorganisme melalui fermentasi untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh manusia.
Pada proses ini, manusia tidak melakukan rekayasa genetik seperti bioteknologi modern, tetapi hanya membuat kondisi yang cocok dan menyediakan bahan makanan yang sesuai bagi mikroorganisme untuk berkembang optimal.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui beberapa ciri-ciri bioteknologi konvensional sebagai berikut:
Memanfaatkan mikroorganisme secara langsung
Umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan
Menggunakan teknik fermentasi.
Baca juga: Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern dalam Ilmu Pengetahuan
Contoh Bioteknologi Konvensional
Melalui bioteknologi konvensional, tercipta banyak bahan makanan baru yang umumnya mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi dari bahan bakunya. Makanan baru tersebut dihasilkan melalui proses fermentasi bahan baku oleh mikroorganisme.
Fermentasi sendiri diartikan sebagai proses pengubahan karbohidrat (misalnya glukosa) menjadi alkohol, karbon dioksida, atau asam organik dengan menggunakan mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen.
Sadiman dan Ningsih (2019 :170-171) menjelaskan bahwa penerapan bioteknologi konvensional pada sektor pangan sudah dilakukan sejak zaman dahulu dan masih sering diterapkan hingga kini. Beberapa contoh pangan yang menerapkan bioteknologi konvensional di antaranya:
Kecap
Tempe
Tapai
Roti
Keju
Yoghurt
Sekian penjelasan mengenai ciri bioteknologi konvensional beserta contohnya. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan seputar bioteknologi konvensional yang sebenarnya banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. (YAS)
