Mengenal Ciri-Ciri Korupsi dan Penyebabnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permasalahan yang masih terjadi di Indonesia adalah korupsi. Adapun ciri-ciri korupsi yang perlu diketahui salah satunya adalah pelaku selalu berusaha mencari perlindungan dari hukum.
Padahal akar dari korupsi yang dijelaskan oleh Ibnu Khaldun adalah hawa nafsu. Walaupun pelaku pandai menyembunyikan kejahatannya, dan berusaha tampak merahasiakan semuanya, tetap akan ketahuan. Hal ini karena pelaku bisa lebih dari satu orang, jika satu ketahuan, maka pelaku lain juga bisa tertangkap.
Ciri-ciri Korupsi di Indonesia
Korupsi berasal dari kata kerja corrumpere yang artinya adalah memutarbalikkan, menggoyahkan, busuk, dan rusak. Jadi, pengertian korupsi adalah tindakan penyalahgunaan jabatan oleh pejabat publik atau pegawai negeri demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Mengutip dari buku Arti Korupsi dan Ciri-ciri Korupsi, R. Toto Sugiarto, (2021:25), di bawah ini ada ciri-ciri korupsi yang penting diketahui masyarakat Indonesia.
Setiap korupsi adalah bentuk pengkhianatan kepercayaan.
Korupsi mengandung penipuan kepada masyarakat luas.
Korupsi selalu berlindung di balik kebenaran hukum.
Korupsi selalu untuk mendapatkan keuntungan, namun tidak hanya dalam bentuk uang.
Korupsi adalah pelanggaran norma dan bentuk pengkhianatan dari kepercayaan.
Merupakan tindakan yang berusaha menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.
Selalu melibatkan lebih dari satu orang dan ini yang membedakan dengan penggelapan dana.
Penyebab Korupsi Bisa Terjadi
Ada beberapa penyebab seseorang bisa melakukan tindak korupsi yang menyebabkan kerugian besar bagi negara. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Rasionalisasi
Penyebab pertama adalah karena pelaku memiliki rasionalisasi atas tindakan korupsi yang dilakukan. Jadi, pelaku beranggapan bahwa tindakannya itu benar dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Tentu saja pelaku tidak akan merasa bersalah. Contohnya saja adalah seorang pegawai yang korupsi karena tidak mendapatkan gaji layak.
2. Kesempatan
Setiap ada kesempatan, para pelaku bisa melakukan tindakan tercela ini kapan saja. Hal ini juga disebabkan karena lemahnya sistem pengawasan negara kepada pejabat publik maupun pegawai negeri.
3. Tekanan
Penyebab terakhir adalah karena adanya tekanan seperti masalah perekonomian. Namun, tekanan ini kadang ada dan kadang tidak. Hal ini karena terkadang pelaku tergoda dengan bayang-bayang insentif yang menggiurkan.
Baca Juga: Unsur-unsur Hukum dan Tujuannya
Mengetahui ciri-ciri korupsi yang masih sering terjadi di Indonesia akan membuat masyarakat sadar akan kerugian yang ditimbulkan. Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi. (GTA)
