Mengenal Fenomena Biokimia Bioluminescence dan Penyebabnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian orang mungkin pernah mendapati laut bercahaya tanpa penerangan apapun. Fenomena tersebut dinamakan sebagai bioluminescence. Umumnya bioluminescence adalah fenomena biokimia yang dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.
Dikutip dari Bioluminesensi Laut oleh Sutrisno Anggoro,dkk (2021:16) bioluminescence adalah suatu bentuk emisi energi yang disebabkan adanya perubahan proses kimiawi dengan melibatkan konversi energi kimia oleh organisme tertentu.
Fenomena yang tak banyak orang ketahui tersebut menyimpan banyak pertanyaan. Mulai dari bagaimana fenomena tersebut terjadi hingga penyebab terjadinya.
Pengertian Bioluminescence dan Penyebabnya
Secara sederhana, bioluminescence adalah fenomena biokimia yang terjadi ketika cahaya terpancar dari tubuh organisme. Sebab, dalam tubuh organisme terdapat reaksi kimia yang tengah terjadi. Cahaya yang dihasilkan dapat berwarna kuning, oranye, biru, ungu, dan hijau.
Fenomena bioluminescence telah dikenal sejak zaman kuno tepatnya pada 384 SM. Fenomena ini telah ditemukan oleh ilmuwan Aristoteles yang awalnya meneliti pendaran jamur dan ikan mati di De Anima.
Berdasarkan penelitian tersebut, didapati reaksi bioluminescent. Hingga mendapatkan kesimpulan bahwa fungsi bioluminescence cukup beragam. Seperti halnya untuk memikat mangsa, kamuflase, kawanan, penglihatan, kawin, dan simbiosis.
Penyebab terjadinya bioluminescence adalah reaksi kimia yang terdapat dalam tubuh organisme. Umumnya terdapat dua bahan kimia, berupa senyawa organik luciferin dan enzim luciferase yang bereaksi hingga memancarkan cahaya.
Cahaya yang dihasilkan dari reaksi kima tersebut bersifat dingin. Artinya, cahaya tersebut hampir tidak menghasilkan panas atau disebut dengan radiasi termal.
Organisme tertentu yang memiliki cahaya sebagai produksi cahaya yang berasal daru dalam tubuh organisme tersebut. Umumnya dapat terjadi pada organisme laut dangkal atau organisme ekosistem tambak yang terkena wabah baculovirus.
Bioluminesensi umumnya banyak ditemui pada organisme laut. Namun terdapat juga organisme air tawar yang mengalami meskipun jumlahnya sedikit. Berikut adalah contoh bioluminescencei:
Kunang-kunang yang bersinar
Laut yang bercahaya
Teripang yang bercahaya
Udang
Ikan kapak
Udang euphausiid
Ikan senter
Bakteri laut
Ubur-ubur
Baca Juga: 3 Spesies Hiu Unik Ini Bisa Glow in the Dark, Begini Penampakannya
Bioluminescence adalah fenomena yang akan sering dijumpai dalam laut. Melalui pembahasan di atas, semoga dapat membantu memahami pengertian bioluminescence dan penyebab terjadinya. Semoga bermanfaat! (NUM)
