Konten dari Pengguna

Mengenal Fume Hood dalam Laboratorium Kimia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fume hood dalam laboratorium kimia. Sumber: Pixabay / jarmoluk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fume hood dalam laboratorium kimia. Sumber: Pixabay / jarmoluk

Bagi peneliti yang sudah akrab dengan laboratorium, tentu sudah tahu apa yang dimaksud dengan fume hood dalam laboratorium kimia. Sebab, keberadaan fume hood di laboratorium sangatlah diperlukan dan menjadi sarana pendukung laboratorium.

Fume hood sendiri bisa juga disebut dengan lemari asam. Fume hood termasuk peralatan ventilasi buatan, yang didesain khusus untuk bisa mengurangi paparan uap beracun, gas berbahaya dan debu.

Apa yang Dimaksud dengan Fume Hood dalam Laboratorium Kimia?

Ilustrasi fume hood dalam laboratorium kimia. Sumber: Pixabay / OsloMetX

Sebelum mengenal apa itu fume hood, ada baiknya ketahui terlebih dahulu pengertian laboratorium.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), laboratorium adalah tempat (kamar dan sebagainya) tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya).

Dari pengertian tersebut, diketahui bahwa di dalam laboratorium dapat ditemukan berbagai peralatan, mulai dari mikroskop, tabung reaksi, lampu spiritus, kaki tiga, pipet tetes, gelas ukur, erlenmeyer, sampai fume hood.

Lalu, apa yang dimaksud dengan fume hood dalam laboratorium kimia?

Fume hood adalah alat lab yang berfungsi untuk menjaga suhu udara tetap stabil, serta melindungi bahan maupun larutan kimia yang memiliki tingkat konsentrasi keasaman yang tinggi.

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa fume hood memiliki beberapa kegunaan, antara lain:

  1. Sebagai tempat reaksi kimia bagi bahan-bahan yang mudah menguap atau yang memiliki kandungan gas yang berbahaya.

  2. Sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan kimia dengan konsentrasi asam tinggi.

  3. Mencegah pelepasan zat berbahaya ke dalam ruangan laboratorium.

  4. Mencegah udara berbahaya mengalir secara terbalik ke dalam ruangan dari dalam fume hood atau lemari asam.

  5. Untuk tempat isolasi.

Petunjuk Penggunaan Fume Hood atau Lemari Asam

Ilustrasi fume hood dalam laboratorium. Sumber: Pixabay / jarmoluk

Fume hood atau lemari asam sangat dibutuhkan dalam pekerjaan laboratorium yang menggasilkan asap dan gas yang tidak sedap, beracun, atau mudah terbakar. Agar dapat berfungsi dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Dalam buku Pengelolaan Laboratorium IPA SMA, Elly Purwanti , Ahmad Fauzi, (2020: 99), disebutkan bahwa barang-barang eksperimental di dalam lemari asam harus ditempatkan setidaknya 15 cm dari depan lemari.

Sebab, menempatkan barang-barang kurang dari 15 cm ke bukaan depan dapat mengganggu aliran udara dan mengurangi tingkat perlindungan. Selain itu, fume hood sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan gelas dan peralatan yang tidak seharusnya.

Baca juga: 4 Fungsi Lemari Asam di dalam Laboratorium

Demikianlah penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan fume hood dalam laboratorium kimia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. (ARN)