Konten dari Pengguna

Mengenal Fungsi Eritrosit dan Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi eritrosit. Sumber: Pexels/Roger Brown
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi eritrosit. Sumber: Pexels/Roger Brown

Dalam mata pelajaran biologi terdapat materi yang mempelajari tentang fungsi eritrosit pada tubuh. Eritrosit merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sel darah merah.

Eritrosit tersebut merupakan bagian komponen dari darah yang memiliki fungsi sangat penting dan ciri-ciri yang membedakannya dengan komponen lainnya.

Mengenal Fungsi Eritrosit

Ilustrasi fungsi eritrosit. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska

Darah membawa oksigen dan nutrisi bagi seluruh sel dalam tubuh, serta membawa produk-produk hasil metabolisme. Menurut buku Fisiologi & Anatomi Modern untuk Perawat, John Gibson (hal.154), eritrosit adalah cakram bikonkaf dengan diameter sekitar 8,6μm.

Fungsi utama eritrosit adalah membawa oksigen. Bikonkavitasnya memungkinkan gerakan oksigen masuk dan keluar sel dengan cepat. Sel darah merah ini tidak memiliki nukleus, sehingga terdiri dari.

  • membran luar

  • hemoglobin (Hb), protein yang mengandung besi

  • Karbonik anhidrase, enzim yang terlibat dalam transpor karbon dioksida.

Setiap milimeter kubik darah manusia mengandung 5 sampai 6 juta sel darah merah (eritrosit). Struktur eritrosit bagian tengahnya lebih tipis dibandingkan dengan bagian tepi. Ukuran eritrosit juga telah sesuai dengan sebagaimana fungsinya.

Oksigen harus berdifusi melewati membran plasma sel darah merah supaya dapat diangkut. Eritrosit tersebut berfungsi menyalurkan oksigen ke seluruh sel-sel, jaringan, dan organ tubuh lainnya, sehingga tubuh bisa menjalankan fungsi dengan baik.

Ciri-ciri Eritrosit

Ilustrasi fungsi eritrosit. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska

Eritrosit memiliki ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan komponen penyusun darah lainnya. Di antaranya adalah.

  • Mendominasi sistem peredaran darah.

  • Proses pembentukan eritrosit di dalam sumsum tulang disebut Eritropoiesis.

  • Bersifat aerobik dan mengonsumsi sebagian oksigen yang dibawanya.

  • Dapat bertahan hingga kurang lebih 120 hari atau empat bulan, dan selanjutnya digantikan dengan eritrosit baru.

  • Tidak Berinti.

  • Berbentuk cakram bikonkaf.

  • Membrannya lentur ehingga dapat melipat melewati kapiler yang diameternya lebih kecil.

  • Berwarna merah karena mengandung hemoglobin.

  • Dapat mengikat oksigen.

  • Berdiameter sekitar 7,7-8,6μm.

  • Tidak mempunyai mitokondria.

  • Tidak bisa menembus dinding kapiler.

Baca Juga: Ciri-Ciri Leukosit, Fungsi, dan Jenisnya

Itulah penjelasan lengkap tentang fungsi eritrosit yang penting untuk tubuh. Seluruh organ membutuhkan peran eritrosit agar dapat membawa oksigen dan menyalurkannya. Jika jumlah ideal tidak tercapai maka dapat menyebabkan fungsi organ terganggu. (DVA)