Konten dari Pengguna

Mengenal Fungsi Ragi Serta Cara Membuat, dan Jenisnya Dalam Makanan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi ragi. Sumber: pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Fungsi ragi. Sumber: pexels.com/Pixabay

Salah satu fungsi ragi adalah sebagai bahan pembuatan roti untuk agar rasanya lezat. Ragi sendiri merupakan mikroorganisme hidup yang dihasilkan dari proses fermentasi. Ada banyak jenis ragi yang digunakan dalam bahan makanan.

Ragi roti dikenal dengan istilah Saccharomyces cerevisiae yang termasuk kategori makhluk hidup. Ragi berkembangbiak, seperti mikroba lainnya, yaitu dengan cara membelah diri. Jadi, kalau ada makanan, ragi akan terus berkembangbiak.

Pengertian dan Fungsi Ragi

Fungsi ragi. Sumber: pexels.com/Life of Pix

Mengutip dari buku Panduan Wirausaha Roti Modern, Levi Adhitya Chan, (2008:8), bahwa ragi merupakan fungi bersel tunggal. Dalam ragi terdapat sel yang mengandung cairan enzim seperti maltase, invertase, protease, lipase dan zymase.

Enzim-enzim tersebut berperan untuk membantu proses fermentasi ragi. Adapun fungsi ragi dalam pembuatan roti adalah sebagai berikut.

  • Memberi aroma dan rasa pada makanan

  • Melunakkan gluten dengan asam yang dihasilkan dalam ragi

  • Menghasilkan gas dalam adonan dengan mengubah gula menjadi karbondioksida (CO2)

Proses fermentasi pada makanan bisa maksimal apabila keseimbangan antara gula, ragi, air, suhu, adonan, dan garam terjaga. Semua bahan dasar pembuatan roti harus ditakar dengan benar untuk mendapatkan roti yang diinginkan.

Jenis-Jenis Ragi dan Cara Membuatnya

Fungsi ragi. Sumber: pexels.com/Pixabay

Mengutip dari buku Rahasia Membuat Roti Sehat & Lezat dengan Ragi Alami, Sangjin Ko, (2012:12), bahwa ragi bisa dibuat sendiri di rumah.

Malah lebih bagus apabila membuat ragi sendiri sebab bisa menyesuaikan dengan roti yang ingin dibuat. Begini cara membuatnya.

  1. Siapkan bahan-bahan, seperti kismis 100 gram, air 250 ml 1 hingga 2 sendok gula organik atau madu, toples kaca steril berukuran 500 ml.

  2. Cuci toples hingga bersih dengan air selama beberapa kali. Tidak perlu menggunakan spons saat mencuci toples.

  3. Siapkan panci yang berisi air matang kemudian masukkan toples tadi lalu nyalakan kompor dan tunggu hingga mendidih.

  4. Setelah air mendidih, keluarkan toples kemudian tunggu hingga dingin.

  5. Masukkan semua bahan dan takar lalu aduk sampai merata. Jangan menutup toples terlalu rapat saat membuat ragi agar tidak meledak ketika mengeluarkan karbondioksida.

  6. Aduk perlahan satu kali sehari, namun kalau sedang melakukan fermentasi jangan diaduk agar rasanya tidak asam.

  7. Fermentasi berlangsung selama 4 hingga 6 hari. Agar aman bisa simpan ragi dalam styrofoam sehingga suhunya tidak berubah-ubah.

Kalau dirasa terlalu rumit membuat ragi, bisa membeli salah satu dari tiga jenis ragi yang memiliki fungsi sama berikut ini.

1. Ragi Basah

Ragi basah harus disimpan dalam tempat yang memiliki suhu 2 sampai 4 derajat celcius.

2. Ragi Koral

Ragi koral mengandung 7% air dan memiliki daya simpan yang lama.

3. Ragi Instan

Terakhir adalah ragi instan yang mengandung 1 hingga 2% air.

Baca Juga: Alasan Ragi Harus Ditaburkan Pada Saat Bahan Dalam Keadaan Dingin

Fungsi ragi adalah untuk menghasilkan aroma dan rasa yang khas pada roti. Jika ingin membuat roti bisa membeli atau membuat ragi sendiri. (GTA)