Mengenal Gaya Hidup Yolo yang Populer di Kalangan Milenial dan Gen Z

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOLO adalah singkatan dalam bahasa Inggris, yaitu “You Only Live Once” yang berarti hidup hanya satu kali. Banyak sekali generasi muda yang menganut gaya hidup YOLO. Biasanya, anak-anak muda milenial dan Gen Z yang sering mempraktikkan ini dalam kehidupan nyata.
Sebagian orang memandang gaya hidup YOLO sebagai gaya hidup yang keren dan berani. Sedangkan sebagiannya lagi, menganggapnya terlalu boros dan terlalu impulsif.
Mengenal Istilah YOLO sebagai Gaya Hidup Masa Kini
Mengutip buku Milenial cerdas finansial, Aryan Danil Mirza, dkk (2019:65), YOLO adalah gaya hidup yang membuat generasi milenial dan Gen Z menjadi konsumtif tanpa memikirkan masa depan. Pasalnya, banyak sekali yang mengaitkan hidup bahagia dengan cara berfoya-foya dan memamerkan harta benda yang dimiliki di media sosial.
Gaya hidup YOLO memiliki ciri-ciri yang bisa dilihat dalam kehidupan nyata, yaitu
Perilaku konsumtif
Tidak punya perencanaan finansial yang baik
Pengeluaran lebih besar dari pemasukan
Menabung jika ada sisa uang
Boros
Ciri-ciri tersebut bisa mencerminkan bahwa seseorang terjebak dalam gaya hidup YOLO. Hal ini tentu akan membawa dampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, harus diatur dengan baik agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
Dampak Gaya Hidup YOLO
YOLO adalah gaya hidup yang tidak sehat, dan harus segera dihindari. Berikut beberapa dampak negatif yang dihasilkan dari gaya hidup YOLO jika dilakukan secara terus-menerus.
1. Kondisi Finansial Tidak Teratur
Seseorang yang menganut gaya hidup YOLO cenderung tidak memiliki finansial yang baik. Pasalnya, orang tersebut mempunyai prinsip asalkan senang sekarang, sehingga tidak memikirkan masalah yang datang kemudian hari.
2. Tidak Ada Tabungan
Gaya hidup YOLO mengajarkan seseorang untuk berperilaku konsumtif. Hal ini tentu akan berimbas pada sistem keuangan yang dimilikinya.
Pada saat-saat tertentu dan mendesak, seperti sakit, terkena musibah, dan lainnya. Sering kali seseorang dengan prinsip YOLO akan kebingungan menghadapi situasi ini dikarenakan tidak mempunyai dana darurat.
3. Punya Banyak Utang
Dampak berikutnya adalah mempunyai banyak utang. Hal ini sering dialami oleh anak muda saat ini. Penyebabnya adalah pengeluaran dalam sebulan lebih besar dibandingkan pendapatan yang diterima, sehingga harus meminjam ke pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Baca Juga: Frugal Living, Gaya Hidup Trendi Masa Kini
Singkatnya, YOLO adalah gaya hidup konsumtif yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perilaku tidak sehat. Hindari gaya hidup seperti ini, jika ingin mempunyai masa depan yang aman dan tentram secara finansial. (LFP)
