Konten dari Pengguna

Mengenal Habitat Protozoa, Ciri-ciri, dan Klasifikasinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi habitat protozoa. Sumber: Pixabay / WikiImages
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi habitat protozoa. Sumber: Pixabay / WikiImages

Protozoa adalah makhluk hidup bersel satu yang termasuk dalam anggota kingdom Protista. Sama seperti Protista lainnya, protozoa juga bersifat eukariot. Habitat protozoa adalah di lingkungan basah yang kaya akan zat organik.

Dikutip dari buku Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X SMA/MA, Rikky Firmansyah, dkk., (halaman 41), kata protozoa berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata proto yang berarti "pertama" dan zoa atau zoon yang berarti "hewan".

Ciri-ciri dan Habitat Protozoa

Ilustrasi protozoa. Sumber: Pixabay / qimono

Protozoa diartikan sebagai hewan pertama. Namun, bukan berarti hewan pertama di bumi adalah protozoa. Protozoa dianggap sebagai peralihan menuju kingdom yang lebih maju, yakni Animalia atau hewan.

Hal ini karena protozoa merupakan Protista yang mirip dengan hewan.

Protozoa memiliki beberapa ciri-ciri, antara lai sebagai berikut:

  1. Protozoa merupakan organisme mikroskopis bersel tunggal yang bersifat eukariotik, heterotrof, dan tidak memiliki dinding sel.

  2. Habitat protozoa adalah di perairan, tanah yang lembab, atau di dalam organisme lain (sebagai parasit).

  3. Pernapasan protozoa berlangsung secara difusi.

  4. Perkembangbiakan protozoa dilakukan baik secara aseksual maupun seksual. Perkembangbiakan aseksualnya dilakukan dengan cara pembentukan tunas dan pembelahan biner, sedangkan perkembangbiakan seksualnya dilakukan dengan cara konjugasi.

  5. Protozoa mendapatkan makanan dengan cara mengabsorpsi molekul organik yang terjadi secara intrasel. Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, ada protozoa yang bersifat holozoik, yakni memakan organisme yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya.

    Ada yang bersifat holofitik, yakni mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Ada pula protozoa yang bersifat saprozoik, yakni memakan organisme mati yang telah membusuk.

  6. Alat gerak protozoa ada yang berupa bulu cambuk (flagela), kaki semu (pseudopodia), ada pula yang berupa bulu getar (silia).

  7. Beberapa jenis protozoa bersifat parasite dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak (patogen).

Klasifikasi Protozoa

Ilustrasi protozoa. Sumber: Pixabay / asthenop

Protozoa terdiri atas enam phylum. Keenam phylum tersebut, antara lain sebagai berikut.

1. Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda berasal dari kata rhizo yang berarti akar dan podos yang berarti kaki. Dengan demikian, rhizopoda merupakan protozoa yang alat geraknya berupa kaki semu (pseudopodia).

Habitat rhizopoda bisa di air tawar, air laut, tempat yang basah, dan sebagian bersifat parasite di dalam tubuh manusia atau hewan. Contoh rhizopoda adalah Amoeba proteus.

2. Actinopoda

Actinopoda bergerak dengan menggunakan pseudopodia yang tipis menyerupai jarum dan berjumlah banyak, atau disebut dengan axopodia. Sebagian besar Actinopoda merupakan plankton.

Actinopoda yang berupa Radiozoa hidup di air laut, dan jika organisme ini mati, kulit organisme tersebut akan berkumpul di dasar laut dan akan terakumulasi membentuk lumpur yang tebalnya mencapai beberapa meter.

3. Foraminifera

Foraminifera berasal dari kata foramen yang berarti lubang. Sebagian besar foraminifera hidup di laut. Contoh Foraminifera adalah Globigerina.

4. Sporozoa

Sporozoa merupakan protozoa yang hidup sebagai parasit di dalam organisme lain. Beberapa di antaranya bahkan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.

Contohnya yaitu Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria.

5. Zooflagelata (Zoomastigophora)

Sesuai dengan namanya, zooflagelata bergerak dengan flagella atau bulu cambuk. Zooflagelata ada yang hidup bebas, ada pula yang melakukan simbiosis dengan makhluk hidup lain.

Contohnya, Trichonympha campanula yang hidup dalam usus rayap dan membantu rayap menguraikan molekul selulosa kayu.

Contoh lainnya adalah Trypanosoma yang menyebabkan penyakit tidur di Afrika yang disebarkan oleh gigitan lalat tse-tse.

6. Ciliophora (Ciliata)

Ciliophora bergerak dengan silia atau bulu getar. Kebanyakan, ciliophora hidup secara soliter atau hidup sendiri di perairan air tawar. Contoh spesies yang termasuk dalam phylum ciliophora adalah Paramaecium caudatum.

Baca juga: Hewan Invertebrata: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya

Demikianlah informasi singkat tentang ciri-ciri protozoa, habitat protozoa dan juga klasifikasinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan para pembaca. (ARN)