Konten dari Pengguna

Mengenal Hormon yang Memacu Pertumbuhan Raksasa pada Tumbuhan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hormon yang dapat memacu pertumbuhan dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa pada tumbuhan adalah hormon giberelin. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hormon yang dapat memacu pertumbuhan dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa pada tumbuhan adalah hormon giberelin. Sumber: pexels.com

Tumbuhan memiliki beberapa hormon pertumbuhan yang fungsinya berbeda-beda satu sama lain. Hormon yang dapat memacu pertumbuhan dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa pada tumbuhan adalah hormon giberelin.

Dikutip dari buku Praktis Belajar Biologi oleh Fiktor Ferdinand P. dan Moekti Ariwibowo (2007:7) hormon giberelin dulunya ditemukan secara tidak sengaja oleh peneliti Jepang bernama Fujikuro di tahun 1930an.

Mengenal Hormon Giberelin

Gambar dari hormon yang dapat memacu pertumbuhan dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa pada tumbuhan adalah hormon giberelin. Sumber: pexels.com

Giberelin adalah zat yang mengatur dan mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan, mulai dari perkecambahan, pemanjangan batang, pembungaan, dan sebagainya. Giberelin ini bisa digunakan untuk mengatasi keterbatasan genetik pada berbagai varietas kerdil.

Jadi, pada dasarnya hormon yang dapat memacu pertumbuhan dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa pada tumbuhan adalah hormon giberelin. Hormon ini bersumber dari buah dan daun tanaman.

Giberelin disintesis dari jaringan meristem apikal yang ada pada akar, batang, daun muda, serta embrio biji tanaman. Giberelin terbentuk di plastida melalui jalur terpenoid yang lantas diubah dalam retikulum endoplasma dan sitosol hingga mencapai bentuk biologisnnya.

Hormon giberelin memiliki banyak fungsi, yaitu bisa membantu perkecambahan, merangsang pembelahan sel, membantu pembentukan bunga yang membutuhkan waktu panjang, memperbesar sel, dan sebagainya.

Hormon giberelin hampir sama dengan hormon auksin, karena sama-sama dapat menumbuhkan tubuh tanaman. Hanya saja, perbedaan antara keduanya adalah hormon auksin mendorong pertumbuhan tunas sedangkan giberelin terlibat dalam pemanjangan bagian lain.

Saat ini, giberelin juga bisa diperoleh secara komersil dari jamur. Biasanya zat ini digunakan untuk mempercepat perkecambahan biji. Giberelin juga bisa disemprotkan pada buah agar menjadi lebih besar.

Zat ini pun digunakan pada tanaman mentimun untuk menghasilkan bunga jantan. Giberelin juga dipakai untuk membantu petani memperoleh serbuk sari dengan karakteristik yang diinginkan untuk dipakai hibridasi.

Bahkan tanaman kerdil yang merupakan mutan genetik bisa tumbuh jika diberi giberelin. Jadi, hormon giberelin ini amat berguna untuk memperbaiki ukuran tumbuhan yang terlalu kecil.

Kesimpulannya, hormon yang dapat memacu pertumbuhan dapat mengakibatkan pertumbuhan raksasa pada tumbuhan adalah hormon giberelin. Hormon ini sangat membantu para petani untuk membuat tumbuhan mereka memiliki kualitas yang lebih bagus. (SLM)

Baca Juga: 9 Fungsi Auksin dan Cara Kerjanya pada Tumbuhan