Konten dari Pengguna

Mengenal Hukum Mendel 1 dalam Pewarisan Sifat dan Contoh Soalnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum mendel 1 dalam pewarisan sifat dan contoh soalnya. Sumber: Pixabay/LionFive
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum mendel 1 dalam pewarisan sifat dan contoh soalnya. Sumber: Pixabay/LionFive

Hukum Mendel 1 merupakan hukum yang membahas tentang pewarisan sifat yang ada di pembelajaran Biologi. Hukum ini berusaha menjelaskan pemisahan pasangan alel secara bebas pada saat pembelahan meiosis dalam pembentukan gamet.

Penemu Hukum Mendel, yaitu Gregor Mendel yang merupakan seorang pendeta dan ahli Matematika. Hukum ini ditemukaan saat Mendel sedang mengerjakan penelitian mengenai rasio hibridasi tanaman kacang ercis (Pisum sativum).

Mengenal Hukum Mendel 1

Ilustrasi mengenal hukum Mendel 1. Sumber: Pixabay/LorileeAlanna

Hukum Mendel 1 memiliki nama lain Hukum Segregasi. Dalam Hukum ini menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin anak), kedua gen induk (orang tua) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga gamet menerima satu gen dari induknya.

Dikutip dalam buku Solusi Sukses Belajar Biologi SMP/MTs, Lucius Bekti Sulistiyo D.P, dan Yun Sugiarti (2008:134-135), hukum Mendel pertama didapatkan dari percobaan monohibrid, yaitu persilangan dua individu dengan satu sifat berbeda. Adapun persilangan monohibrid, yaitu.

1. Dominan Penuh

Contoh persilangan monohibrid dominan penuh, yaitu:

P: BB (Biji Bulat) >< bb (Bbiji berkerut)

G: B b

F1: Bb (biji bulat)

F1><F1: Bb (biji bulat) >< Bb (biji bulat)

G: B,b B,b

Sehingga mendapatakan:

  • Perbandingan fenotipe= Bulat: berkerut= 3:1

  • Perbandingan genotipe= BB:Bb:bb= 1:2:1

Cara untuk mengetahui individu bergenotipe bulat (BB atau Bb), yaitu dengan test cross atau back cross.

Dengan menyilangkan individu yang ingin diketahui genotipenya dengan individu bergenotipe homozigot resesif, hasil persilangan tersebut mempunyai dua kemungkinan sebagai berikut.

  1. Jika tanaman tersebut bergenotipe BB, persilangannya dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif) menghasilkan keturunan yang semuanya bergenotipe Bb atau semua keturunan berbiji bulat.

  2. Jika tanaman tersebut bergenotipe Bb, persilangannya dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif) menghasilkan keturunan yang separuh bergenotipe Bb dan separuh bergenotipe bb. Jadi, separuh berbiji bulat dan separuh berbiji keriput.

2. Dominan Tidak Penuh (Intermediet)

Contoh persilangan monohibrid dominan tidak penuh, yaitu pada bunga Mirabilis jalpa berwarna merah disilangkan dengan bunga putih. Berikut penjelasannya.

P: MM (merah) >< mm (putih)

G: M m

F1: Mm (merah Muda)

F1><F1: Mm (merah muda) >< Mm (merah muda)

G: M,m M,m

F2:

  • MM:Merah= 1

  • Mm: Merah muda= 2

  • mm: Putih= 1

Contoh Soal Hukum Mendel 1

Ilustrasi contoh soal hukum Mendel 1. Sumber: Pixabay/moinzon

Agar lebih memahami materi ini, simak contoh soal dari hukum Mendel yang pertama berikut ini.

Contoh soal 1

Pak Agus merupakan petani cabai sukses yang mengelola lahan perkebunan hingga 10 hektar. Pak Agus mencoba menyilangkan cabai merah (MM) dengan cabai hijau (mm) dan menghasilkan keturunan yang bercabai merah semua (F1).

Jika Pak Agus menyilangkan sesama F1 dan dihasilkan sejumlah 10.000 cabai, maka berapa jumlah cabai yang memiliki genotipe heterozigot?

Jawab:

Soal tersebut merupakan persilangan yang berbentuk monohibrid, sehingga persamaannya, yaitu:

P1: MM >< mm

G: M m

F1: Mm

F1><F1: Mm >< Mm

G: M dan m

Frekuensi fenotipe sebesar 3:1 (Cabai merah : Cabai hijau) dan frekuensi genotipenya sebesar 1:2:1 (MM : Mm : mm). Jumlah cabai yang memiliki genotipe heterozigot yaitu:

X= (Genotipe heterozigot/seluruh genotipe ) x 10.000

X=(2/4) x 10.000

X= 5.000

Jadi, jumlah cabai Pak Agus yang memiliki genotipe heterozigot berjumlah 5.000 buah.

Contoh Soal 2

Pada manusia, rambut keriting dominan terhadap rambut lurus. Seseorang wanita berambut keriting menikah dengan seseorang pria berambut keriting, ternyata ada anaknya yang berambut lurus.

Dari pernytaan tersebut, berapa persen peluang pasangan suami istri tersebut mendapatkan anak berambut keriting homozigot?

Jawab:

Pada soal diketahui bahwa K= keriting dan k= lurus. Seorang wanita berambut keriting dan pria berambut kering menikah dan menghasilkan anak yang berambut lurus maka di perkirakan kedua orang tua berambut Keriting heterozigot (Kk).

P1: Kk >< Kk (Monohibrid)

G: K,k K,k

F1: KK, Kk, Kk, kk

% KK (keriting homozigot) = 1/4 x 100 % = 25 %

Jadi, persen peluang pasangan suami istri tersebut mendapatkan anak berambut keriting homozigot, yaitu 25%.

Baca juga: Bunyi Hukum Faraday beserta Rumusnya

Semoga penjelasan mengenai hukum Mendel 1 dalam pewarisan sifat dan contoh soal di atas dapat menambah pengetahuan pembaca yang awalnya kurang paham akan materi ini. (MRZ)