Mengenal Jenis-Jenis Koloid, Sifat Beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak langsung pasti menemui jenis-jenis koloid dalam ilmu kimia. Koloid merupakan hasil percampuran zat heterogen yang berasal dari 2 zat atau lebih yang tersebar (terdispersi) ke dalam zat lainnya (pendispersi).
Dalam buku Kimia SMA/MA Kls XI (Diknas) oleh Suyatno yang diterbitkan oleh Grasindo, pembuatan koloid dilakukan dengan memperbesar partikel larutan atau memperkecil partikel suspensi.
Adapun ukuran dari partikel koloid yang biasanya berukuran antara 1 sampai dengan 100 mm.
Jenis-Jenis dan Contoh Koloid
Pada dasarnya, terdapat jenis-jenis koloid yang sering dijumpai di sekitar lingkungan. Mulai dari asal muasal asap, hingga tanah. Berikut penjelasan lengkapnya
Aerosol padat
Aerosol padat merupakan koloid yang memiliki zat terdispersinya padat, dengan medium pendispersinya yaitu gas. Contoh dari aerosol padat sehari-hari adalah debu dan asap hasil pembakaran.
Baca Juga: Mengenal Jenis dan Contoh Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
Aerosol cair
Berbeda dengan jenis aerosol padat, fase zat yang melalui fase zat terdispersinya adalah cair. Kemudian fase zat pendispersinya adalah gas. Seperti contoh terbentuknya awan, kabut, dan semprotan.
Sol
Sol merupakan koloid dengan fase terdispersinya adalah padat, sedangkan fase zat pendispersinya adalah cair. Contohnya adalah darah, dan gelatin .
Sol padat
Berbeda dengan jenis-jenis koloid sebelumnya, Sol padat merupakan koloid dengan fase zat terdispersi dan zat pendispersinya adalah sama-sama padat. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada batu rubi, tanah, dan permata.
Emulsi cair
Emulsi cair yaitu koloid dengan fase zat terdispersinya dan fase zat pendispersinya adalah sama-sama cair. Seperti pada susu, minyak dalam air, dan mayonnaise.
Emulsi padat
Emulsi pada ialah jenis koloid dengan fase zat terdispersinya adalah cair, sedangkan fase zat pendispersinya adalah padat. Contohnya adalah mentega.
Busa cair
Busa cair merupakan jenis koloid yang fase zat terdispersinya adalah gas, sedangkan fase gas pendispersinya adalah cair. Contohnya adalah segala bentuk busa, baik hasil sabun cuci piring, krim cukur, hingga busa sabun.
Busa padat
Busa padat adalah jenis koloid dengan fase zat terdispersinya yaitu gas, dan fase zat pendispersinya adalah padat. Contohnya adalah marshmellow, karet busa, dan spons.
Sifat-Sifat Koloid
Setelah mengetahui jenis-jenis koloid beserta contohnya, simak penjelasan mengenai sifatnya.
Efek Tyndall
Sebenarnya, partikel pada koloid cukup besar untuk dapat menghamburkan cahaya. Biasanya disebut dengan efek Tyndall.
Partikel-partikel terdispersi dalam koloid menghamburkan cahaya menyebabkan kolom iluminasi. Hal tersebut membuat koloid yang awalnya terlihat tidak berwarna menjadi keruh saat terkena cahaya.
Adsorpsi
Merupakan penarikan yang dilakukan partikel untuk menarik partikel-partikel yang lebih kecil. Penarikan tersebut biasanya disebut dengan adsorpsi.
Sulit dipisahkan
Karena pad adasarnya terbentuk dari dua zat yang berbeda, mebuatnya sulit dipisahkan karena terdispersinya amat kecil. Sehingga pemisahan koloid tidak dapat dilakukan dengan saringan biasa, melainkan menggunakan membran semipermeabel.
Terdapat pengecualian apabila koloid tersebut dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. Hal ini dapat membu partikel terdispersinya akan bergerak ke bawah dan terpisah dengan zat pendispersinya.
Koagulasi
Koagulasi merupakan sifat koloid yang dapat mengendap dikarenakan partikel yang membentuk agregat lalu mengendap.
Koagulasi dapat diartikan sebagai rusaknya sistem koloid yang dikarenakan berbagai faktor seperti pemanasan, pendinginan, penambahan zat lain, penambahan elektrolit, dan pemberian muatan listrik.
Nah demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis koloid, sifat beserta contohnya. Semoga bermanfaat!
(NUM)
