Mengenal Jenis Simbiosis yang Terjadi pada Nyamuk dan Manusia

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
17 Februari 2024 15:12 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi enis Simbiosis yang Terjadi pada Nyamuk dan Manusia, foot:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi enis Simbiosis yang Terjadi pada Nyamuk dan Manusia, foot:pexels
ADVERTISEMENT
Interaksi antara nyamuk dan manusia tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi tersebut dapat menimbulkan simbiosis tertentu. Di mana jenis simbiosis yang terjadi pada nyamuk dan manusia merupakan simbiosis parasitisme.
ADVERTISEMENT
Simbiosis tersebut merupakan hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak saja. Hal ini dapat dilihat ketika nyamuk menggigit manusia, maka nyamuk mendapatkan makanan berupa darah. Sedangkan manusia mendapatkan kerugian berupa kulit gatal.

Penjelasan Pengertian Simbiosis

Ilustrasi enis Simbiosis yang Terjadi pada Nyamuk dan Manusia, foto:pexels
Dikutip dari buku Bank Soal Super Lengkap Ujian Nasional SMP/Mts 2010 (2009:18), simbiosis merupakan cara hidup bersama atau berdampingan antara dua makhluk hidup dengan jenis yang berbeda.
Di mana dalam hidup berdampingan terjadi hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup tersebut. Secara umum simbiosis dapat dibedakan atas beberapa jenis. Adapun penjelasan dari jenis-jenis simbiosis sebagai berikut.
ADVERTISEMENT

Mengetahui Jenis Simbiosis yang Terjadi pada Nyamuk dan Manusia

Ilustrasi enis Simbiosis yang Terjadi pada Nyamuk dan Manusia, foto:pexels
Setelah mengetahui beberapa jenis simbiosis yang telah dijelaskan, maka dapat diketahui bahwa jenis simbiosis yang terjadi pada nyamuk dan manusia tergolong pada jenis simbiosis parasitisme. Hal ini karena ketika nyamuk berinteraksi dengan manusia, hanya nyamuk yang mendapatkan keuntungan.
Sedangkan pada pihak manusia akan mendapatkan kerugian. Peristiwa interaksi tersebut dapat diamati secara langsung ketika nyamuk sedang hinggap di kulit manusia. Maka nyamuk tersebut akan menghisap darah manusia.
Di mana darah tersebut sebagai sumber makanan nyamuk agar terus bertahan hidup dan berkembang biak. Berbeda halnya dengan pihak manusia. Setalah nyamuk menghisap darah manusia, maka dapat menimbulkan beberapa dampak yang merugikan.
Contohnya seperti kulit menjadi bentol-bentol atau gatal dan memerah. Selain itu pada jenis nyamuk tertentu dapat membawa dan menyebarkan virus yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti DBD atau malaria.
ADVERTISEMENT
Sehingga manusia hanya mendapatkan banyak kerugian pada kondisi fisik maupun kesehatan tubuh.
Jenis simbiosis yang terjadi pada nyamuk dan manusia ialah simbiosis parasitisme. Di mana simbiosis tersebut sangat merugikan untuk manusia.
Untuk meminimalisir terjadinya interaksi antara nyamuk dan manusia, maka harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar yang dapat menjadi habitat nyamuk. (PAM)