Mengenal Kaidah Kebahasaan Teks Biografi beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penulisan, teks merupakan sebuah wacana lisan dalam bentuk tulisan. Ada bermacam jenis teks yang biasa digunakan, salah satunya teks biografi. Untuk menyusun teks biografi, terdapat kaidah kebahasaan teks biografi yang perlu dipahami agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pembaca.
Menurut buku Teks Negosiasi dan Teks Anekdot, Indah (2022:16), teks biografi adalah bagian dari jenis-jenis teks dalam bahasa Indonesia yang memuat tentang perjalanan atau riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, baik itu tokoh terkenal maupun orang biasa, dari kelahiran hingga pencapaian-pencapaiannya.
Dalam penyusunan perjalanan tokoh yang dimaksud, tentunya sangat penting untuk mengerti seperti apa kaidah kebahasaan yang diperlukan.
Kaidah Kebahasaan Teks Biografi sesuai Konteks Biografi
Kaidah kebahasaan tersebut meliputi pemilihan kata, struktur kalimat, dan penggunaan bentuk kata yang sesuai dengan konteks biografi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan dalam teks biografi dapat dipahami dengan jelas dan akurat oleh pembaca.
Selain itu, penggunaan bahasa yang tepat juga membantu dalam menggambarkan karakter dan perjalanan hidup tokoh secara mendalam, sehingga pembaca dapat merasakan keterhubungan dengan tokoh yang sedang diceritakan.
Kaidah kebahasaan teks biografi secara umum memiliki ciri khas yang mendominasi. Beberapa kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks biografi antara lain seperti penjelasan di bawah ini.
1. Penggunaan Kata Ganti (Pronomina)
Kata ganti yang digunakan dalam teks biografi umumnya berupa kata ganti orang ketiga tunggal, seperti ia, dia, atau beliau. Penggunaan kata ganti ini sering dipadukan dengan penyebutan nama tokoh atau gelar yang diberikan kepada tokoh tersebut.
Contoh:
Mohammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta memiliki kontribusi besar terhadap karya ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi, sehingga beliau dijuluki sebagai ‘Bapak Koperasi Indonesia’.
2. Penggunaan Kata Kerja Tindakan
Dalam teks biografi, kata kerja yang digunakan sering kali berupa kata kerja tindakan untuk menjelaskan peristiwa atau aktivitas fisik yang dilakukan oleh tokoh, seperti belajar, membaca, berjalan, atau melempar.
Contoh:
Ia berjalan menyusuri perbukitan untuk mencapai sekolah dan menuntut ilmu.
3. Penggunaan Kata Deskriptif atau Kata Sifat (Adjektiva)
Teks biografi banyak mengandung kata sifat atau kata deskriptif untuk memberikan gambaran lebih rinci mengenai sifat-sifat tokoh, seperti sederhana, tekun, populer, giat, dan sebagainya. Kata sifat ini sering kali didahului oleh kata kopulatif, seperti adalah, merupakan, atau ialah.
Contoh:
JK Rowling merupakan seorang pencinta buku sekaligus gemar menulis cerita.
4. Penggunaan Kata Kerja Pasif
Teks biografi juga sering menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristiwa yang dialami oleh tokoh sebagai subjek yang diceritakan, seperti diberi, ditugaskan, dipilih, dianugerahkan, dan sebagainya.
Contoh:
Pada tahun 1960, MH Thamrin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
5. Penggunaan Kata Kerja Mental
Kata kerja mental digunakan untuk menggambarkan peran atau proses berpikir yang dialami oleh tokoh. Kata kerja ini meliputi kata-kata, seperti memahami, menyetujui, menginspirasi, mencintai, atau mengharapkan.
Contoh:
R.A Kartini melalui berbagai perjuangannya, kemudian dikenal sebagai sosok wanita Indonesia yang menginspirasi.
6. Penggunaan Kata Sambung, Kata Depan, atau Nomina
Karena teks biografi sering mengikuti pola pengembangan yang bersifat kronologis, maka kata sambung, kata depan, dan nomina yang digunakan berkaitan dengan urutan waktu, seperti sebelum, sudah, pada saat, kemudian, selanjutnya, hingga, dan sebagainya.
Contoh:
Sebelum meninggal dunia, ia sudah dikenal luas sebagai tokoh besar.
Kaidah kebahasaan teks biografi jelas ditujukan untuk menyampaikan informasi secara efektif dan jelas. Penggunaan kata kerja tindakan sangat penting untuk menjelaskan peristiwa atau perbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh, yang menjadi inti dari cerita kehidupan mereka.
Dengan memahami kaidah kebahasaan ini, pembaca dapat lebih mudah mengikuti dan memahami perjalanan hidup tokoh yang sedang dibahas dalam teks biografi. (VAN)
Baca juga: Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Berdasarkan Strukturnya
