Konten dari Pengguna

Mengenal Kaidah Kebahasaan Teks Editorial beserta Strukturnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kaidah kebahasaan teks editorial. Sumber foto: Unplash/Sincerely Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaidah kebahasaan teks editorial. Sumber foto: Unplash/Sincerely Media

Dalam bahasa Indonesia terdapat berbagai jenis teks yang dipelajari dan ditemukan, salah satunya teks editorial. Ketika ingin membuat teks tersebut, terdapat kaidah kebahasaan teks editorial yang perlu diperhatikan.

Teks editorial biasanya dimuat dalam surat kabar. Jika sering membaca atau menyimak teks tersebut diharapkan bisa lebih bijak dalam menanggapi suatu berita dan lebih dewasa dalam menghadapi suatu persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Ilustrasi kaidah kebahasaan teks editorial. Sumber foto: Unplash

Dikutip dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman (2017:52) teks editorial merupakan salah satu media atau wadah mengemukakan pendapat atau mengeluarkan pikiran tersebut. Pada saat mengungkapkan pendapat atau pikiran harus dilengkapi dengan fakta penunjang beserta alasan yang masuk akal agar teks yang dibangun bisa diterima oleh pembaca maupun pendengar.

Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan teks editorial yang perlu diperhatikan sebelum membuat teks tersebut.

1. Menggunakan Kata Adverbia

Adverbia merupakan bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, misalnya selalu, sering, kadang-kadang, jarang dan lainnya.

2. Menggunakan Kata Konjungsi

Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Konjungsi yang banyak dijumpai pada teks opini adalah sebab, seperti, sejak, sebelumnya dan sebagainya.

3. Penggunaan Kalimat Retoris

Kalimat retoris merupakan kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawabannya namun bermaksud agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan.

4. Menggunakan Kata-kata Populer

Dalam kalimat teks editorial menggunakan kata-kata populer bertujuan supaya pembaca tetap rileks meskipun membaca masalah yang serius dipenuhi dengan tanggapan yang kritis.

5. Menggunakan Kata Ganti Penunjuk

Pada jenis teks editorial juga menggunakan kata ganti penunjuk yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan.

Struktur Teks Editorial

Jika ingin membuat teks editorial, sebelumnya mencari informasi terkait struktur penulisannya. Berikut ini struktur teks editorial yang perlu diperhatikan dengan baik.

  1. Pengenalan Isu: Bagian ini termasuk pendahuluan teks, yakni berupa sorotan peristiwa yang mengandung persoalan aktual.

  2. Penyampaian Argumen: Pada bagian ini terdapat tanggapan-tanggapan redaktur dari media yang bersangkutan berkenaan dengan peristiwa, kejadian atau persoalan aktual. Alasan atau bukti pendukung yang digunakan untuk memperkuat pernyataan umum, data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.

  3. Simpulan: Bagian ini berisi saran atau rekomendasi sebagai penutup berupa pernyataan dalam menyelesaikan persoalan yang dikemukakan sebelumnya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai kaidah kebahasaan teks editorial beserta strukturnya. Informasi di atas diharapkan pembaca bisa menuliskan teks sesuai struktur dan kaidah kebahasaan yang ada. (NTA)

Baca juga: 40 Contoh Kata Populer dalam Teks Editorial