Konten dari Pengguna

Mengenal Karakteristik Job Order Costing dan Manfaatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Karakteristik Job Order Costing. Sumber: Pexels / Andrea Piacquadio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Karakteristik Job Order Costing. Sumber: Pexels / Andrea Piacquadio

Dalam berbisnis, perusahaan akan menyesuaikan aliran biaya dengan aliran fisik produk melalui proses produksi. Dalam proses produksi ini, perusahaan akan melakukan perhitungan dan pencatatan job order costing. Sebelum melakukan perhitungan dan pencatatan, perusahaan perlu memahami karakteristik job order costing.

Job order costing menjadi cara yang digunakan untuk menentukan harga barang atau jasa yang dijual. Perhitungan yang dilakukan dalam Job order costing dilakukan dengan menghitung kebutuhan bahan baku, biaya overhead hingga biaya tenaga kerja.

Karakteristik Job Order Costing

Ilustrasi. Karakteristik Job Order Costing. Sumber: Pexels / Ketut Subiyanto

Dikutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Misnawati, Ardila Prihadyatama & Titiek Suhartini, (2024:77), job order costing merupakan pengumpulan perhitungan biaya produksi yang dilakukan perusahaan berdasarkan pesanan jumlah pesanan yang masuk.

Dalam job order costing, setiap item akan dicatat dalam sistem penetapan biaya pesanan. Sistem ini akan membantu para akuntan untuk dapat melacak pengeluaran dari setiap item yang dikelola.

Pada pelaksanaan job order costing, akuntan harus memahami beberapa karakteristik yang ada di dalam job order costing. Berikut ini karakteristiknya yang wajib diketahui.

  1. Hanya digunakan untuk barang yang dipesan secara khusus.

  2. Biaya produksi diakumulasi untuk setiap pesanan.

  3. Biaya produksi dibagi menjadi dua kelompok yaitu biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.

  4. Biaya produksi langsung terdiri dari bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

  5. Biaya produksi tidak langsung disebut overhead pabrik.

  6. Biaya per unit produk dihitung dengan membagi total biaya pesanan dengan jumlah unit produksi yang dihasilkan.

  7. Perusahaan dapat mengetahui jumlah biaya yang dikeluarkan untuk suatu pesanan setiap saat.

Manfaat Job Order Costing

Ilustrasi. Karakteristik Job Order Costing. Sumber: Pexels / Brett Sayles

Selain memahami karakter dari job order costing, akuntan juga perlu memahami manfaatnya. Berikut ini manfaat yang diperoleh dari menerapkan job order costing.

  1. Menentukan harga jual.

  2. Pemisahan keuntungan yang jelas.

  3. Bahan pertimbangan menerima dan menolak pesanan

  4. Dapat membandingkan laba setiap penyelesaian pekerjaan.

  5. Memantau penerapan biaya produksi.

  6. Mudah untuk mengetahui kesalahan proses pengerjaan.

  7. Membandingkan biaya aktual.

  8. Menentukan beban produksi.

  9. Menyiapkan analisis trend.

Demikian beberapa karakteristik job order costing beserta manfaatnya bagi akuntan. Semoga dapat menambah informasi dan dapat bermanfaat. (RFL)

Baca juga: 3 Contoh Produk Bersama dalam Akuntansi Biaya