Konten dari Pengguna

Mengenal Kemampuan Menalar pada Kompetensi Numerasi dalam Rapor Pendidikan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kemampuan Menalar pada Kompetensi Numerasi dalam Rapor Pendidikan. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kemampuan Menalar pada Kompetensi Numerasi dalam Rapor Pendidikan. Sumber: Pexels/Pixabay

Kemampuan menalar pada kompetensi numerasi dalam rapor pendidikan adalah salah satu soal yang biasa ditemukan dalam PMM atau Platform Merdeka Mengajar. Hal ini biasanya akan merujuk pada mata pelajaran matematika yang diajarkan oleh guru.

Kompetensi menalar ini menjadi bagian penting dari penilaian numerasi dalam rapor pendidikan. Oleh karenanya soal dan penjelasan mengenai hal ini biasa muncul pada post test yang ada pada PMM.

Kemampuan Menalar pada Kompetensi Numerasi dalam Rapor Pendidikan

Ilustrasi Kemampuan Menalar pada Kompetensi Numerasi dalam Rapor Pendidikan. Sumber: Pexels/Kaboompics

Kemampuan menalar pada kompetensi numerasi dalam rapor pendidikan adalah kemampuan yang mencerminkan kemampuan peserta didik untuk melibatkan diri dalam proses berpikir yang lebih kompleks. Pembahasan mengenai kemampuan menalar ini biasanya muncul pada PMM atau Platform Merdeka Mengajar.

Mengutip buku Merdeka Belajar Bagi Pendidikan Nonformal karya Abdul Kahar, dkk (2023:27) Platform Merdeka Mengajar adalah platform edukasi yang menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Kemampuan menalar dalam kompetensi numerasi bukan hanya soal kemampuan mengerjakan soal-soal matematika, tetapi bagaimana peserta didik menggunakan matematika sebagai alat berpikir untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata. Serta mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dalam situasi-situasi yang baru dan lebih kompleks.

Oleh karenanya, hal ini mencakup lebih dari sekadar menghitung. Kemampuan menalar melibatkan proses berpikir logis dan analitis dalam menghadapi masalah yang memerlukan keterampilan matematika. Berikut ini beberapa aspek yang dapat dipahami.

1. Kemampuan Peserta Didik Memahami Fakta, Proses, Konsep, dan Prosedur

Pada aspek ini, peserta didik diharapkan mampu mengenali dan memahami elemen-elemen dasar dalam matematika, seperti fakta bilangan, operasi hitung, serta konsep-konsep dan prosedur matematis.

2. Kemampuan Peserta Didik Menerapkan Pengetahuan dan Pemahaman Tentang Fakta-Fakta, Relasi, Proses, Konsep, Prosedur, dan Metode pada Konten Bilangan dengan Konteks Situasi Nyata untuk Menyelesaikan Masalah atau Menjawab Pertanyaan

Pada poin ini, penalaran numerasi tidak hanya mengandalkan hafalan konsep atau rumus matematika, tetapi juga kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Kemampuan Peserta Didik Menganalisis Data dan Informasi, Membuat Kesimpulan, dan Memperluas Pemahaman dalam Situasi Baru, Meliputi Situasi yang Tidak Diketahui Sebelumnya atau Konteks yang Lebih Kompleks

Kemampuan ini berfokus pada aspek analitis dan sintesis dari penalaran numerasi. Peserta didik diminta untuk menganalisis data: Memahami, membaca, dan menginterpretasi data yang diberikan dalam bentuk tabel, grafik, diagram, atau bentuk lainnya.

Kemampuan menalar pada kompetensi numerasi dalam rapor pendidikan adalah hal yang sangat penting dipahami. Kemampuan menalar ini diukur melalui penilaian yang menunjukkan seberapa baik siswa mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi dunia nyata. (BAI)

Baca Juga: Tantangan yang Dihadapi Membantu Peserta Didik Meningkatkan Kemampuan Literasi