Mengenal Kemampuan Penari Melaraskan dengan Iringan Musik Pengiring

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari merupakan seni yang memadukan gerak tubuh dengan musik. Dalam pertunjukan tari, kemampuan penari melaraskan dengan iringan musik pengiring disebut wirama.
Dikutip dari Buku Seni Budaya dan Keterampilan 4 untuk Sekolah Dasar MI Kelas 4, Drs. Dedi Nurhadiat, M.Pd, (hal. 120), wirama adalah suatu hal yang berkaitan dengan kemampuan penari menuangkan gerak yang sesuai musiknya. Misalnya, gerak tubuh harus tepat dengan bunyi musik tertentu.
Kemampuan Penari Melaraskan dengan Iringan Musik Pengiring Disebut Apa?
Seperti yang sudah disebutkan di paragraf satu, kemampuan penari melaraskan dengan iringan musik pengiring disebut dengan wirama. Dalam tari, wirama mengatur tempo dan aksen gerakan.
Wirama juga berarti penghayatan terhadap iringan musik yang dapat membantu penari dalam menandai sebuah gerakan. Seluruh gerakan harus dilakukan selaras dengan ketukan hitungan tari, kecepatan pukulan suatu gending, dan suasana gendingnya.
Selain itu, juga dapat melatih kepekaan penari dalam pergantian gerakan yang dibantu dengan iringan musik. Iringan musik yang digunakan dalam tarian biasanya menggunakan alat musik gamelan, seperti gong, saron, peking, seruling, gendang, dengan tambahan alat kencreng, angklung, suling, dan tong plastik.
Unsur Tari Wiraga dan Wirasa
Saat menciptakan gerakan dalam tarian tidak bisa seenaknya saja. Dalam membuat gerakan tari, tentunya harus memiliki unsur dan makna dalam tari tersebut supaya mengerti tujuan yang disampaikan.
Selain wirama, masih ada unsur dalam seni tari lainnya, yaitu wiraga dan wirasa. Berikut penjelasannya.
1. Wiraga
Wiraga adalah kemampuan fisik seseorang dalam menari atau bentuk badan penari yang dilakukan berdasarkan teknik gerak tari yang dapat dilihat oleh orang lain.
Kemampuan fisik tersebut dapat diperoleh dari faktor kodrati ataupun keterlatihan. Faktor kodrati dapat diartikan sebagai seseorang yang sudah dikodratkan memiliki perawakan yang bagus dan terlihat menarik sebelum mengalami proses latihan apapun.
Sedangkan faktor keterlatihan, meskipun secara kodrat perawakan seseorang tersebut kurang menarik, berkat pengalaman proses latihan yang mencukupi hasil fisik dan raganya dapat terlihat bagus dan menarik.
2. Wirasa
Wirasa adalah cara seorang penari mengekspresikan diri melalui gerakan tarian, seperti mengekspresikan senang, sedih, marah, lembut tegas, halus, sehingga dapat mendukung penjiwaan dalam menari.
Kesimpulan dari kemampuan penari melaraskan dengan iringan musik pengiring disebut dengan wirama. Kemampuan penari ini adalah hasil dari kombinasi antara pemahaman musik, unsur seni tari seperti wiraga, dan wirasa, hingga latihan konsisten. (ERI)
Baca juga: Mengenal Iringan Tari Sekapur Sirih dan Maknanya
