Mengenal Kesalahan-kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menolak Peluru

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat menolak peluru dapat dihindari para atlet agar tidak terkena cedera. Tolak peluru merupakan salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik paling rumit.
Olahraga tolak peluru bertujuan untuk mendapatkan jarak lemparan terjauh, olahraga ini membutuhkan teknik yang tepat. Tak jarang, para pemula sering melakukan kesalahan.
Kesalahan-kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menolak Peluru
Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani (2013: 135), berawal dari upaya manusia mengisi waktu senggang dengan melempar batu, kayu, atau pun yang bisa dilemparkan, lahirlah permainan tolak peluru.
Bahkan dahulu banyak tentara yang mengisi waktu senggangn bermain tolak peluru dengan peluru meriam. Sejak tahun 1857 ditetapkanlah beberapa peraturan tentang tolak peluru mulai dari cara melakukan, berat peluru, dan cara penilaian.
Lemparan yang baik dalam tolak peluru adalah suatu dorangan atau tolakan terhadap sebuah peluru dengan menggunakan satu tangan yang bermula dari pangkal bahu. Berikut kesalahan-kesahalan yang sering dilakukan saat menolak peluru.
1. Cara Memegang Peluru
Meletakkan peluru di tangan memang membutuhkan teknik khusus. Pada dasarnya, peluru harus diletakkan di pangkal jari, dengan tiga jari di belakang peluru dan ibu jari serta kelingking di samping. Idealnya, peluru tidak boleh menyentuh telapak tangan.
Namun, banyak atlet muda yang meletakkan peluru di atas telapak tangan. Hal ini berarti para pemula tidak akan dapat melepaskan peluru dari jari saat melepaskannya.
Biasanya, pemula juga menyelipkan satu atau dua jari di bawah peluru. Ini membuat peluru sulit dilepaskan dari jari. Ada juga risiko peluru terlepas dari tangan.
2. Telapak tangan menghadap ke atas
Pemula biasanya salah meletakkan tangan saat mengangkat peluru di dekat di leher. Kebanyakan dari atlet, memposisikan telapak tangan mengarah ke atas atau "ke arah langit".
Hal ini sering kali terjadi karena para pemula takut peluru tersebut akan jatuh dari genggaman. Pada dasarnya, telapak tangan harus menghadap ke depan. Hal tersebut memungkinkan agar peluru lebih efektif didorong menjauh dari leher.
3. Memposisikan Siku dengan Cukup Rendah
Beberapa atlet muda akan memposisikan sikunya. Atlet juga bisa menyelipkannya ke samping sebelum atau selama melakukan gerakan putting.
Hal ini menyebabkan siku lengan yang digunakan untuk mendorong mengarah ke bawah dan ibu jari mengarah ke atas. Posisi ini sangat sulit untuk mendorong objek dengan baik. Hal tersebut juga bisa menghasilkan aksi melempar daripada dorongan.
4. Kesalahan dalam Memposisikan Tubuh
Shot putter berpengalaman melempar dengan memanfaatkan seluruh tubuh. Para atlet ini memanfaatkan otot-otot di kaki, dada, lengan dan bahunya. Pemula biasanya melempar dengan lengan saja.
5. Salah Menempatkan Lengan Kosong
Banyak pemula menghempaskan lengan yang tidak melempar ke belakang saat melakukan dorongan. Hal ini menyebabkan atlet berputar berlebihan, kehilangan keseimbangan, dan tidak dapat secara efektif "memblokir" atau "menahan" sisi kirinya.
Baca juga: 5 Teknik Dasar Permainan Kasti beserta Peraturannya
Itulah kesalahan-kesahalan yang sering dilakukan saat menolak peluru. Pelempar harus mengayunkan tangan kirinya saat berbelok ke depan, tetapi begitu tangan kiri mencapai garis sisi kiri, tangan itu harus ditarik ke arah tubuh untuk membantu dalam aksi pemblokiran. (Msr)
