Konten dari Pengguna

Mengenal Konsep Budaya Maritim dan Agraris di Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budaya Maritim dan Agraris. Sumber: Pixabay/Ady_Fauzan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budaya Maritim dan Agraris. Sumber: Pixabay/Ady_Fauzan

Indonesia tidak bisa terlepas dari konsep budaya maritim dan agraris. Karena Indonesia terdiri dari banyak pulau serta mayoritas penduduknya hidup bergantung dari hasil pertanian.

Wilayah perairan Indonesia lebih luas daripada wilayah daratan. Meski begitu, daratannya bersifat subur dan cocok sebagai lahan pertanian. Tak heran, jika Indonesia dijuluki negara maritim sekaligus negara agraris.

Konsep Budaya Maritim dan Agraris

Ilustrasi Budaya Maritim dan Agraris. Sumber: Pixabay/kien_hau

Sebelum membahas lebih lanjut tentang budaya maritim dan agraris di Indonesia, sebaiknya ketahui lebih dulu mengenai konsepnya.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka, Ghaniem, dkk. (2017:165), negara maritim adalah negara yang sebagain besar wilayahnya berupa perairan atau memiliki kawasan laut yang luas.

Ciri-ciri negara maritim di antaranya:

  1. Memiliki wilayah laut.

  2. Memanfaatkan laut untuk kesejahteraan rakyat.

  3. Memiliki transportasi laut.

  4. Memiliki perdagangan laut.

  5. Memiliki armada militer laut untuk menjaga kedaulatan laut di wilayahnya.

Sedangkan negara agraris diartikan sebagai negara yang sebagian besar rakyatnya bermata pencaharian dengan bercocok tanam. Ciri-ciri negara agraris antara lain:

  1. Memiliki wilayah daratan yang luas sehingga bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

  2. Memiliki sawah, ladang, dan kebun yang luas.

  3. Masyarakatnya memenuhi kebutuhan hidupnya dan berkegiatan ekonomi dari hasil pertanian.

  4. Umumnya berkaitan dengan bidang peternakan, karena pakan ternak yang baik dibuat dari hasil pertanian.

Budaya Maritim dan Agraris di Indonesia

Ilustrasi Budaya Maritim dan Agraris. Sumber: Pixabay/pasja1000

Masyarakat yang tinggal di daerah maritim sekaligus agraris tentu mempunyai budaya yang dipengaruhi oleh kondisi alam di daerahnya. Hasil budaya ini dapat berupa benda, makanan, hingga permainan tradisional.

Ghaniem, dkk. (2017:168-169) dalam bukunya memaparkan contoh budaya dari masyarakat maritim dan agraris di Indonesia sebagai berikut.

1. Pasar Ikan

Pasar ikan terbentuk dari kebutuhan masyarakat pantai untuk dapat menjual hasil tangkapan mereka. Dengan adanya pasar ikan, masyarakat lain juga dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan mereka akan hasil laut.

2. Alat Pemotong dan Penumbuk Padi

Alat pemotong dan penumbuk padi dibuat untuk mempemudah petani dalam melakukan panen dan pengolahannya. Meski begitu, meningkatnya teknologi pertanian membuat kedua peralatan tradisional ini sudah digantikan dengan mesin modern.

3. Festival Laut atau Festival Padi

Biasanya kedua festival ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setempat kepada Sang Maha Pencipta. Festival ini juga sebagai ungkapan doa agar hasil laut atau hasil panen tetap melimpah.

Baca juga: Mengenal Letak Indonesia secara Astronomis dan Dampaknya

Demikian penjelasan mengenai konsep budaya maritim dan agraris di Indonesia beserta contohnya. Semoga ulasan ini dapat meningkatkan wawasan mengenai konsep budaya maritim dan agraris. (YAS)