Mengenal Macam-macam Iklim Fisis beserta Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iklim fisis merupakan iklim yang terbentuk akibat pengaruh lingkungan alam pada wilayah tertentu. Sehingga macam-macam iklim fisis dapat dibedakan berdasarkan lingkungan sekitarnya.
Contohnya seperti iklim yang terjadi pada wilayah laut atau maritim. Di mana iklim yang terjadi pada wilayah tersebut memiliki suhu rendah yang dipengaruhi oleh angin laut.
Pengertian Iklim Fisis
Dikutip dari buku Buku Pendamping Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VIII, Lilik, dkk (2019:2), iklim fisis merupakan iklim yang menurut keadaan ataupun fakta sesungguhnya pada wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam di wilayah tersebut.
Sehingga dapat dikatakan bahwa iklim fisis termasuk jenis iklim yang terjadi akibat pengaruh lingkungan alam pada suatu wilayah. Selain itu pada iklim tersebut juga dipengauhi oleh beberapa keadaan.
Di antaranya, yaitu tekanan atmosfer, awan, intensitas kabut, dan kelembapan. Misalnya seperti pengaruh daratan yang luas, angin, dan topografi.
Mengetahui Macam-macam Iklim Fisis
Terdapat beberapa macam-macam iklim fisis yang memiliki ciri-ciri berbeda-beda setiap macamnya. Agar dapat membedakan setiap macam dari iklim tersebut, berikut adalah penjelasan macam-macam dari iklim fisis.
1. Iklim Laut
Iklim laut disebut juga dengan iklim maritim. Pada iklim tersebut dipengaruhi oleh angin laut yang lembab. Iklim laut terdapat pada wilayah tropis dan subtropis. Selain itu terdapat ciri-ciri lain dari iklim tersebut, adapun penjelasannya sebagai berikut.
Suhu rata-rata tahunan relatif rendah.
Amplitudo suhu harian juga relatif rendah atau kecil.
Sering terjadi hujan lebat yang disertai dengan badai.
Sering tertutup oleh awan.
2. Iklim Kontinen (Darat)
Iklim darat merupakan iklim yang dipengaruhi oleh angin darat. Iklim tersebut biasanya terdapat pada tengah-tengah benua, sehingga sering disebut dengan iklim kontinen. Adapun ciri-ciri dari iklim tersebut sebagai berikut.
Amplitudo atau suhu harian dapat mencapai 75°C dengan ketinggian mencapai 62 km dari permukaan air laut.
Mengalami musim panas yang lebih panjang dibandingkan dengan musim dingin.
Memiliki curah hujan yang relatif lebih sedikit.
Apabila terjadi hujan hanya berlangsung sebentar, namun disertai dengan angin badai bercampur debu.
3. Iklim Dataran Tinggi
Pada iklim dataran tinggi biasanya sering terjadi perubahan suhu harian atau tahunan. Selain itu pada jenis iklim tersebut juga terdapat ciri-ciri lainnya sebagai berikut.
Amplitudo suhu harian dan tahunan cenderung besar.
Kondisi udaranya kering.
Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah.
Jarang terjadi turun hujan.
4. Iklim Gunung
Iklim gunung biasa terjadi pada daerah yang memiliki iklim sedang. Untuk ciri-ciri dari iklim tersebut adalah sebagai berikut.
Sering terjadi hujan di daerah lereng.
Amplitido suhu harian dan tahunan cenderung kecil.
Terkadang banyak turun salju.
5. Iklim Musim (Muson)
Iklim musim terjadi pada daerah yang mempunyai angin muson (monsun). Hal ini karena pada iklim tersebut dipengaruhi oleh adanya pergantian arah angin yang terjadi tiap 6 bulan sekali. Berikut adalah ciri-ciri dari iklim musim.
Pada setengah tahun akan bertiup angin laut yang basah dan dapat menimbulkan terjadinya hujan.
Pada setengah tahun berikutnya akan bertiup angin barat yang kering dan dapat menimbulkan terjadinya musim kemarau.
Baca Juga: Pengertian Perubahan Iklim beserta Faktor Penyebab dan Dampaknya
Secara umum macam-macam iklim fisis ditentukan oleh kondisi lingkungan pada wilayah tertentu. Di mana iklim pada wilayah tertentu menunjukkan keadaan suhu, kelembapan, awan, hujan, dan sinar matahari yang terjadi pada jangka waktu yang lama. (PAM)
