Mengenal Melanosit, Sel yang Menghasilkan Melanin

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melanosit adalah bagian dari kulit terluar atau epidermis manusia. Melanosit inilah yang menyebabkan tampilan kulit dan rambut tiap manusia berbeda.
Manusia mencoba berbagai cara untuk mengubah penampakan lapisan epidermis demi mengikuti tren. Sebelum melakukannya, faktor utama yang memengaruhi tampilan kulit dan rambut secara alami perlu diketahui lebih dahulu.
Melanosit adalah Sel Penghasil Melanin
Manusia mudah dipengaruhi tren warna kulit dan rambut. Misalnya tren kulit putih bak orang Korea atau tren kulit tan bak sering berjemur di pantai. Demikian pula dengan rambut, ada tren blonde, abu-abu, bahkan ombre.
Secara alami, melanosit ada pada kulit dan rambut manusia. Dikutip dari Buku Ajar Keperawatan Kegawat Daruratan Sistem Integumen Luka Bakar, Hamdana dan Kawan-kawan (2023:16), melanosit adalah sel yang menghasilkan melanin melalui melanogenesis.
Untuk mengenal melanosit lebih jauh, berikut adalah pembahasannya.
1. Mengenal Lapisan Epidermis
Kulit manusia terdiri dari 3 lapis, yaitu epidermis, dermis dan hipodermis. Ketebalan kulit tiap manusia berbeda, begitu pula dengan ketebalan lapisan epidermis yang merupakan lapisan terluarnya.
Pada lapisan epidermis terdapat sel-sel epitel dan sel tambahan lainnya. Salah satu sel tambahan tersebut adalah melanosit.
2. Mengenal Melanosit
Melanosit merupakan sel-sel bening (clear cells) yang menghasilkan pigmen dan terletak di dasar epidermis pada folikel kulit dan folikel rambut.
Melanosit menyintesis dan mengeluarkan melanin sebagai respon terhadap rangsangan dari hipofisis anterior atau MSH (Melanocyte-Stimulating Hormone). Melanosit bertanggung jawab memberikan pigmen warna pada kulit dan rambut.
3. Sifat-sifat Melanosit
Banyak sifat-sifat melanosit yang perlu diketahui karena memengaruhi keberhasilan pewarnaan rambut atau pemutihan kulit.
Jumlah melanin yang lebih tinggi menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap.
Jumlah pigmen bervariasi pada tiap manusia karena dipengaruhi banyak faktor, terutama faktor keturunan atau ras.
Warna kulit juga dipengaruhi oleh penyakit sistemik. Contohnya, demam membuat kulit berwarna kemerahan.
Melanin dapat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet matahari yang merugikan.
Jumlah melanosit akan berkurang seiring usia dan menyebabkan tumbuhnya uban, dimulai dari pelipis, lalu merembet ke rambut di puncak kepala dan berakhir pada rambut di tengkuk.
Selain usia, jumlah melanosit dapat berkurang karena sakit atau kurang gizi.
Melanosit adalah pemberi warna alami pada kulit dan rambut. Upaya untuk mengubah warna-warna alami tersebut harus dipastikan aman bagi kulit atau rambut. (lus)
Baca juga: Apa Kemampuan-kemampuan Sel Sehingga Dikatakan sebagai Unit Fungsional
