Konten dari Pengguna

Mengenal Metode Struktural Analitik Sintetik dalam Pendidikan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi metode struktural analitik sintetik. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi metode struktural analitik sintetik. Sumber foto: Pixabay.com

Metode struktural analitik sintetik merupakan metode yang dibutuhkan dalam pengajaran membaca dan menulis tingkat Sekolah Dasar. Metode tersebut digunakan dengan cara mengenalkan suatu kalimat lebih dulu kepada anak.

Kalimat tersebut kemudian dirinci menjadi kata-kata, dipecah menjadi suku kata, dan terus dipecah-pecah lagi menjadi huruf-huruf. Huruf-huruf inilah yang nantinya akan disintesiskan lagi menjadi suku kata, kata, dan akhirnya menjadi kalimat yang utuh lagi.

Metode Struktural Analitik Sintetik

Ilustrasi metode struktural analitik sintetik. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari buku 164 Model Pembelajaran Kontemporer, Dr. Amin, S.Pd., M.Si dkk (2022 :504), metode struktural analitik sintetik merupakan suatu model pembelajaran yang terbilang cukup istimewa. Program tersebut telah diperkenalkan pemerintah RI dari tahun 1974.

Model pembelajaran ini dikhususkan untuk belajar membaca dan menulis permulaan di kelas permulaan SD. Walaupun demikian, model tersebut juga dapat digunakan dalam berbagai bidang pengajaran.

Metode tersebut memiliki berbagai prinsip yang perlu diterapkan. Prinsip-prinsip metode SAS adalah sebagai berikut:

  1. Kalimat merupakan unsur dari bahasa yang terkecil sehingga pengajaran dengan menggunakan metode ini harus dimulai dengan menampilkan kalimat secara utuh.

  2. Struktur kalimat yang ditampilkan dalam metode SAS harus menimbulkan konsep yang jelas dalam pemikiran seorang murid.

  3. Terapkan analisis terhadap struktur kalimat dengan unsur-unsur struktur kalimat yang ditampilkan.

  4. Unsur-unsur yang ditemukan kemudian dikembalikan pada bentuk awal (sintesis).

  5. Struktur yang dipelajari dalam model pembelajaran ini, hendaknya merupakan pengalaman bahasa murid sehingga murid mudah memahami serta mampu menggunakannya dalam berbagai situasi.

Langkah-langkah Metode SAS

Ilustrasi metode struktural analitik sintetsik. Sumber foto: Pixabay.com

Metode SAS dalam pendidikan tidak diterapkan dengan cara sesuka hati. Metode tersebut memilik langkah-langkah yang telah ditentukan agar tujuan daro metode ini dapat dicapai.

Langkah-langkah metode SAS adalah sebagai berikut.

Baca juga: 4 Fungsi Manajemen Pendidikan dan Penjelasannya

1. Struktural Menampilkan Keseluruhan

Seperti yang sudah dijelaskan pada prinsip-prinsip metode SAS bahwa metode tersebut harus dimulai dengan menampilkan kalimat secara utuh.

Langkah awal anak disuguhi sebuah struktur yang memberi makna lengkap. Landasan linguistiknya anak-anak harus yakin bahwa itu ucapan bukan tulisan.

2. Analitik Melakukan Proses Penguraian

Pada proses analitik, anak-anak akan diajak untuk mengenal konsep kata. Kalimat utuh yang telah dijadikan tonggak dasar dalam pembelajaran membaca permulaan kemudian diuraikan ke dalam satuan-satuan bahasa yang lebih kecil yang disebut kata.

3. Sintetik Penggabungan Kembali Bentuk Struktural Semula

Pada tahap ini, anak-anak didorong untuk melakukan kerja sintetis atau menyimpulkan. Satuan-satuan bahasa yang telah diurai tadi dikembalikan lagi pada satuannya semula.

Hal ini mulai dari huruf-huruf menjadi suku kata, suku-suku kata menjadi kata dan kata-kata menjadi kalimat.

Metode struktural analitik sintetik merupakan suatu model pembelajaran pendidikan yang didasarkan oleh beberapa landasan. Landasan yang dimaksud adalah filsafat strukturalisme, psikologi gestalt, landasan pedagogik dan kebahasaan. (MAE)